Showing posts with label Teknik Las. Show all posts
Showing posts with label Teknik Las. Show all posts

Cara Las Besi Pipa Gas Tidak Bocor

Cara Las Besi Pipa Gas Tidak Bocor _ Teknik pengelasan memiliki berbagai macam pengerjaan dan ditiap jenisnya dan selalu membutuhkan perlakuan khusus sesuai kebutuhan,misalnya pengerjaan las menurut jenis mesin yang digunakan,posisi pengelasan,benda kerja yang akan di las dan masih banyak lagi jenis pengerjaan las yang membutuhkan skil khusus.Dan kali ini kita akan membicarakan teknik pengelasan benda kerja berbentuk besi pipa.Besi pipa ini tidak sembarangan dan jangan disamakan pengerjaan besi plat ataupun besi batang .
Apabila kita mendapatkan job pengelasan benda kerja besi pipa gas, pipa bahan kimia atau pipa lainnya yang menuntut tidak ada kebocoran pada las nya maka kita harus ekstra hati-hati dan bersungguh-sungguh mengerjakannya.Pengerjaan pipa under ground biasanya harus lebih teliti karena prosesnya sangat sulit dikarenakan tempat bekerjanya berada pada posisi yang ekstrim ,biasanya dipendam dalam tanah ,pipa ini biasanya sudah dilapisi dengan coating atau juga wrapping untuk melindungi struktur pipa dari paparan langsung elektrolit yang ada dalam tanah yang bertujuan pipa tidak mengalami korosi keropos dan lainnya.

Cara Las Besi Pipa Kuat Dan Tidak Bocor


Sebelum memulai pengelasan pipa alangkah baiknya kia harus memahami serta memathi prosedur  pengelasan supaya saat bekerja mengurangi resiko kecelakaan dan berharap
menghasilkan pengerjaan yang bagus

Prosedur Las Besi Pipa


a. Siapkan Alat p3k dan Alat pemadam kebakaran (APAR) yang mudah dijangkau saat bekerja
b. Yakinkan sambungan kabel antara mesin las terhadap benda kerja dan busur dan sumber listrik terpasang dengan benar dan rapat agar tidak terjadi arus pendek.
c. Pakailah APD (Alat pelindung diri) seragam wearpark,sarungtangan,helem kacamata dan lain-lain
d. Berdiri seimbang dengan rileks siap melakukan pengerjaan
e. Gunakan kaca mata pelindung bening
f. Pergerakan elektroda harus terkontrol
g. letakkan elektroda yang sudah tidak terpakai pada tempat aman tidak mengganggu dan membahayakan
h. Bersihkan terak yang sudah tercipta setelah pergerakan busur menyala apabila ingin melanjutkan pengelasan berikutnya
j. Mematikan mesin setelah pengerjaan selesai dilakukan,
k. Kembalikan alat kerja ketempat penyimpanan dan jangan tinggalkan lingkungan kerja dalam keadaan kotor.

Penempatan Posisi Untuk Benda Kerja Besi Pipa


a.Posisi sambungan groove:

 - Posisi pengelasan datar (1G)
 - Posisi pengelasan Horizontal (2G)
 - Posisi pengelasan Vertikal (3G)
 - Posisi benda kerja overhead atau diatas kepala (4G)

b.Posisi pengelasan untuk sambungan fillet

 - Posisi pengelasan datar (1G)
 - Posisi pengelasan Horizontal (2G)
 - Posisi pengelasan Vertikal (3G)
 - Posisi benda kerja overhead atau diatas kepala (4G)

c. Posisi pengelasan pada pipa

 - Posisi pengelasan datar pipanya dapat diputar (1G)
 - Posisi pengelasan Horizontal pipanaya dapat diputar (2G)
 - Posisi pengelasan Vertikal namun pipa tidak diputar sehingga tukang las yang memutari benda kerja (5G)
 - Posisi benda kerja besi pipa miring sebesar 45 derajat dan kondisi tidak bisa diputar atau statis (6G)

Cara las besi pipa gas tidak bocor

Teknik las besi pipa benar tidak bocor
Baca Juga : Cara las plat besi yang tipis

Teknik Las Besi Pipa Yang Kuat Tidak Mudah Bocor

Hal tersebut di atas beberapa penempatan benda kerja untuk cara pengelelasan besi pipa yang kuat aman dan tidak mengalami kebocoran,dan pada intinya adalah mental yang tidak mudah panik dan kaku dalam mengoprasikan mesin las sehingga busur api elektroda tidak mati ditengah pengerjaan,busur api mati ditengah pengerjaan las pipa dapat mengakibatkan sambungan las akan bocor.


Cara Las Plat Besi Tipis

Setiap pengerjaan tentang besi dan logam lainnya pasti suatu saat memerlukan teknik penyambungan supaya pengerjaannya sesuai yang
diharapkan dari gambar desain tekniknya,Di bawah nanti kia akan berbagi tentang penyambungan logam dengan teknik Las listrik pada
benda kerja besi plat yang tipis maupun tebal.

Teknik Cara Las Besi Plat Tipis Yang Kuat


Teknik ini bisa kita praktekkan tanpa susah payah mengeluarkan biaya yang besar untuk kursus pengelasan,Teknik - teknik ini
diantaranya adalah :

1. Rileks Santai dan Konsenterasi


Sikap santai dan tenang merupakan kunci utama dalam mempelajari apapun bidang teknik. Apabila anda tidak bisa mengontrol kondisi tubuh
anda sehingga menjadi kaku,panik dan tergesa-gesa ini dapat menghambat proses pengerjaan suatu job kerja di bidang teknik,bahkan
potensi menimbulkan bahaya kecelakaan kerja.Pertama-tama ketika anda mulai memegang busur las hirup nafas dan ambil posisi tenang dan
rileks,Gunakan alat pelindung kerja seperti kaos tangan dan kaca mata las supaya tangan terkena percikan api tidak sakit dan mengganggu
konsenterasi.

2. Persiapkan Bahan Besi Plat Tipis Ataupun Tebal


Saat anda bisa memilih benda kerja yang akan dibuat usahakan memilih besi plat yang bukan terbuat dari besi cor,biasanya besi cor saat
dikerjakan dengan mesin las listrik nyala api tidak stabil dan bagi para pemula,hal ini merupakan proses yang sulit.
Pilih mesin dan gunakan inverter las dan perangkat pendukungnya yang kondisinya masih bagus,hal ini apabila masih pemula dalam pengelasan
hasil outputnya yang tidak stabil dapat dipastikan hasil pengelasannya juga tidak akan maksimal sesuai yang di harapkan.
Apabila benda kerja plat besi anda berukuran sekitar 1 mm jangan anda memilih kawat elektroda sebesar 3 mm diameternya.Dengan elektroda sebesar
itu ketika arus dibesarkan benda kerja plat besi kita akan jebol,namun ketika kita kecilkan arusnya hasilnya pun kurang maksimal juga karena
las masih mentah,kekuatan sambungan las masih lemah dan permukaan tampilannya kasar.

3. Pergunakan Teknik Las Khusus Pengerjaan Plat Yang Tepat


Benda kerja plat besi yang tipis merupakan tantangan tersendiri untuk para orang-orang teknik pengelasan,Biasanya mereka menggunakan diameter
elektroda yang kecil dan setingan arus output mesin las yang pas tidak terlalu besar yang berakibat merusak benda kerja menjadi bolong-
bolong.Dan ketika arus terlalu kecil sambungan lasnya kurang kuat dan prosesnya sangat sulit,benda kerja akan nempel sana-sini dan
lengket pada busur apabila amper skitar 35.Apabila benda kerja anda memiliki ketebalan lebih dari 2 mm,anda bisa memilih elektroda yang
berukuran diameter 2 mm juga,dengan setting ampernya sebesar 70-85 maka hasilnya akan bagus.Namun ketika benda kerja kita setebal 1 mm
maka kita pilih elektroda yang berdiameter 1,2 mm dengan setting arus sebesar 40 amper.

Teknik pengelasannya genggam kuat busur las dan elektroda menempel benda kerja dengan sudut sebesar 45-80 derajat dan jangan terlalu miring supaya
benda kerja tidak bolong,Posisikan kabel penghantar listrik antara busur dan mesin kondisi bebas dan tidak mengganggu anda,soalnya ketia sudah memakai topeng
kaca mata las anda tidak bisa melihat benda disekitar anda terkecuali benda kerja yang terkena sinar kembang api dari busur,dan apabila
kabel masih semrawut bisa terkena sengatan panas benda kerja ataupun busur sehingga berbahaya.
Praktekkan pengelasan dengan metode titik-titik secara pelan jangan tergesa-gesa,tunggu sampai titik pertama mengeras yang ditandai tidak
terlihat cairan besi dipermukaan benda kerja.Jarak antara unjung kawat las dengan benda kerja sekitar 1 mm sampai 2mm,dan perlu diingat
jangan sampai elektroda menempel benda kerja sehingga bisa mendorong benda kerja pindah tempat,dan jangan terlalu jauh yang menimbulkan
nyala api membesar dan menambah panas mengakibatkan benda kerja jebol dan lakukan pengelasan dengan motode titik-titik tadi sampai proses
selesai sampai plat besi tersambung kuat dan rapi.

Cara las plat besi tipis kuat

Baca juga : Cara mengelas listrik vertikal 

Hal-hal tersebut diatas masih bisa dikembangkan lagi oleh anda sendiri dengan teknik anda sendiri sesuai kenyamanan anda terhadap
teknik las,Biasanya antara welder satu dengan yang lain mempunyai teknik ciri kas sendiri.Yang pasti untuk teknik cara las
besi plat yang tipis adalah masalah rileks,dan konsenterasi sehingga mendukung hasil proses las benda kerja plat tipis.


Belajar Las Listrik Sesuai Jenis Mesin

Belajar Las Listrik - Teknik las sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari dan banyak fungsinya,pada masa sekolah pelajaran las ini di ajarkan pada murid smk jurusan Pemesinan.Banyak profesi diluar sana yang kekurangan tenaga ahli tentang pengelasan misalnya pada konstruksi ,otomotif bahkan kerajinan tangan.Menurut komisi yang diperoleh tukang las tidak kalah dengan profesi yang lain,apa lagi apabila sudah memiliki sertifikat khusus keahlian mengelas.Di Indonesia yang populer pengerjaan penyambungan logam atau pengelasan menggunakan jenis mesin las busur.

Las busur listrik pada umumnya disebut Las listrik yang pengertianya yaitu cara penyambungan logam dengan cara menggunakan nyala busur listrik yang kita arahkan ke permukaan logam benda kerja yang akan disambung.Pada bagian yang terkena ujung busur akan mencair,demikan juga dengan elektroda yang menghasilkan busur listrik mencair pada ujungnya dan merambat terus sampai elektroda habis.Logam cair dari elektroda dan logam benda kerja yang akan disambung tercampur dan mengisi celah dari kedua logam yang akan disambung,dengan tempo beberapa saat cairan campuran logam tersebut akan membeku sehingga tersambunglah benda kerja.

Pada mesin las jenis busur listrik dapat mengalirkan arus listrik yang cukup besar tetapi dalam posisi tegangan yang aman kurang dari 45 volt.Busur listrik yang terjadi menimbulkan energi panas yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan logam yang terkena ujung busur.Pada jenis pengelasan busur listrik ini arus listrik bisa kia atur menyesuaikan jenis elektroda yang akan kita pakai.Sambungan terjadi oleh panas yang ditimbulkan oleh busur listrik yang terjadi antara benda kerja dan elektroda.Elektroda yang memanas dan mencairkan benda kerja mengisi alur sambungan dan di endapkan sehingga terjadi sambungan las.Mula-mula terjadi kontak antara elektroda dengan benda kerja sehingga terjadi aliran arus ,kemudian dengan memisahkan penghantar timbullah busur.Energi yang tercipta dari pengubahan energi listrik menjadi panas yaitu suhunya mencapai 5500 derajat celcius.

Jenis Elektroda Logam


Penggunaan elektroda semestinya kita selektif sesuai dengan penggunaan dan benda kerja yang dilakukan pengelasan supaya kualias penyambungan dan kekuatannya bisa maksimal,jenis-jenis elektoda tersebut diantaranya :

- Elektroda Polos,elektroda ini terbatas penggunaanya antara lain untuk besi tempa dan baja lunak.Biasanya digunakan pada polaritas langsung .Mutu pengelasan dapat ditingkatkan dengan cara memberikan lapisan fluks yang tipis pada kawat las.

- Elektoda Fluks,Fluks ini memiliki fungsi yaitu membantu melarutkan dan pencegahan terbentuknya oksida-oksida yang tidak diinginkan.

- Elektroda berlapis tebal,Elektroda berlapis merupakan elektroda yang paling populer digunakan dan berbagai pengelasan komersil karena sifat kualitas yang bagus.

Belajar Jenis Mesin Las Busur Listrik

Pada penggolongannya las busur listrik bisa dikategorikan dari arus yang keluar dari ujung elektroda,misalnya arus bolak-balik,arus searah dan arus ganda.

Jenis Mesin Las Arus Ganda (Mesin AC-DC)

Mesin las ini mampu melayani pengelasan dengan arus searah (DC) dan pengelasan arus bolak-balik (AC).Mesin las ganda ini memiliki transformator satu fasa dan sebuah alat perata dalam satu unit mesin saja.Keluaran arus bolak-balik diambil dari terminal lilitan sekunder transformator melalui regulator arus.Adapun  arus searahnya diambil keluaran alat perata arus. Pengaturan pengeluaran arus bolak-balik maupun searah dapat diatur dengan mudah dengan memutar alat pengatur arus pada bagian mesin las.Mesin AC_DC ini lebih praktis dan fleksibel dalam penggunaan sehari-hari  karena sudah memiliki kemampuan yang dimiliki jenis AC maupun jenis DC.Biasanya jenis ini digunakan  pada bengkel yang memiliki job pengelasan yang bermacam-macam ,sehingga meringkas dan tidak perlu melakukan penggantian mesin berulang-ulang.

Jenis Mesin Las Arus AC atau Bolak-balik

Pada mesin jenis ini memerlukan arus bolak-balik (AC) yang dihasilkan oleh pembangkit listrik. Listrik PLN dan generator jenis AC dapat digunakan sebagai sumber tenaga mesin dalam pengerjaan pengelasan.Besaran tegangan yang dihasilkan pada sumber listrik belum sesuai dengan tegangan yang digunakan untuk pengelasan.Biasa nya tegangan bisa terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.Perlu untuk kita sesuaikan dengan kebutuhan mesin las tersebut,sehingga kita memerlukan alat tambahan lagi yaitu transformator atau biasa disebut trafo.Trafo yang sering digunakan dalam proses pengelasan yaitu trafo step-down.Trafo step-down yaitu trafo yang berfungsi untuk menurunkan tegangan.tegangan yang dihasilkan oleh PLN dan generator biasanya sangat besar dan tidak sesuai kebutuhan yang di butuhakan oleh mesin las yaitu sebesar 55 sampai dengan 85 volt.Trafo yang digunakan dalam mesin las mempunyai daya yang besar.Untuk melakukan proses pencairan logam dan elektroda dibutuhkan energi yang cukup besar ,karena tegangan pada bagian peralatan las sebesar 10 sampai dengan 500 ampere.Besarnya arus yang kita kehendaki dapat kita atur sesuai dengan kebutuhan.

Jenis Mesin Las Arus Searah ( DC )

Mesin las ini memerlukan sumber listri ber arus searah (dc) biasanya menggunakan dinamo motor listrik searah.Dinamo dapat digerakkan oleh motor listrik,motor bensin, motor diesel. atau alat penggerak lainnya.Mesin arus searah mulanya memerlukan peralatan yang berfungsi sebagai penyearah arus atau rectifier.Rectifier ini memiliki fungsi mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah,perubahan arus pada proses ini memiliki beberapa keuntungan,diataranya yaitu:
1. Nyala busur yang dihasilkan lebih sabil
2. Tingkat kebisingan lebih rendah
3. Setiap jenis elektroda dapat digunakan menggunakan mesin las arus searah (DC) ini.
4. Mesin las Lebih fleksibel karena dapat diubah ke arus bolak-balik ataupun searah.

Mesin las searah (DC) ini serndiri mempunyai dua jenis yaitu stasioner,dan mesin las portable.Pada mesin las portable memiliki bentuk relatif kecil dan bisa digunakan untuk pengelasan pada tempat-tempat yang tidak terjangkau sumber listrik.Mesin las stasioner biasanya digunakan pada tempat atau bengkel yang sudah tersedia jaringan listrik permanen,misalnya PLN. Penggunaan mesin las dianjurkan harus sesuai sop yang tertera pada mesin yang sudah ditetapkan oleh pabrikan pembuatan mesin las,apabila tidak sesuai sop biasanya ada gangguan atau kerusakan pada mesin sering juga busaur las yang dihasilkan sangat lemah dan kecil.

Belajar Menentukan Besarnya Arus Las Listrik Yang Akan Digunakan


Pada proses pengelasan benda kerja haruslah kita atur besar kecilnya rus dan tegangannya sesuai kebutuhan yang kita inginkan.Pada pengaturan tegangan tidak aturan secara pasti,yang terpenting pergunakan tegangan yang aman bagi tubuh manusia sehingga keselamatan pekerja pengelasan dapat terjaga,jangan sampai lali kita memberikan tegangan yang tinggi sehingga tubuh operator mesin dapat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.
Tegangan yang dipergunakan biasanya sebesar 55 volt sampai 85 volt.Tegangan ini disebut tegangan pembakaran.Bila nyala busur permulaan sudah tercipta biasanya tegangan yang timbul sekitar 20 volt.Besar kecilnya tegangan kerja biasanya dipengaruhi oleh besar kecilnya diameter elektroda.Semakin besar diameter maka semakin besar arus yang terjadi.Dengan ini proses pengelasan pada umumnya yang diatur adalah bukan tegangannya namun pengaturan besar kecilnya rus yang akan digunakan.Cara mengaturnyapun mudan ,kita putar tombol yang menempel pada mesin las kearah ampere tinggi atau tendah sesuai petunjuk yang tertulis di mesin biasanya minimun 100 ampere dan maksimumnya 600 ampere.Besar kecilnya penyetelan arus dipengaruhi beberapa faktor diantaranya adalah diameter lelektroda,tebal tipis nya benda kerja serta polarias pada kutub-kutub nya juga posisi pengelasan.Efek yang ditimbulkan pengelasan menggunakan arus listrik yang kecil:
- Pinggiran-pinggiran dingin
- Penembusan kurang baik
- Terjadi penumpukan yang banyak logam las karena panas yang ditimbulkan tidak mampu melebihkan elektroda dan bahan bakar dengan baik
- Penyalaan busur listrik yang terjadi tidak stabil dan sangat susah.


gambar belajar las listrik

Baca Juga : Cara Mengelas Listrik Vertikal

Apabila ingin menghasilkan rigi-rigi yag bagus rata dan halus maka,kecepatan tangan menarik atau mendorong elektroda harus stabil,Apabila pergerakan elektroda stabil  menghasilkan daerah pepaduan dengan bahan dasar dan perembesan luasnya baik.Efek pergerakan elektroda yang terlalu cepat menghasilkan perembesan las yang dangkal karena pemanasan bahan bakar yang dasar,serta apabila pergerakan elektroda yang terlalu lambat mengakibatkan alur yang lebar dan dapat menimbulkan kerusakan pada sisi pengelasan terutama pada benda kerja berpermukaan tipis.

Apabila benda kerja yang akan anda kerjakan berupa benda kerja dari besi cor atau tuang saya sarankan pergunakan elektroda baja,elektroda nikel,elektroda perunggu, dan elektroda besi tuang.

Hal tersebut diatas adalah sedikit gambaran tentang teknik belajar las listrik,banyak hal lain lagi yang perlu dipelajari untuk menunjang  kemampuan pengelasan yang lebih baik dan profesional,misalanya pengelasan karbit,asetilin las stenless,argon,alumunium dan berbagai komponen lain supaya kemampuan kita terasah.




Las Lpg Tanpa Oksigen

Las Lpg Tanpa Oksigen - Tentunya pengelasan menggunakan tabung las LPG hanya itu bisa dilakukan dengan menggunakan paduan dari gas oksigen.Bara api yang keluar dari tabung LPG tidaklah terlalu tinggi derajatnya untuk melelehkan logam seperti besi atau plat jenis lain,untuk itu perlu bara api itu diperbesar dengan memadukan tekanan gas oksigen yang dibakar oleh api gas lpg.

Ada beberapa teknik yang belum diketahui secara luas yaitu mengelas dengan menggunakan tabung lpg  menggunakan oksigen yang biasa disebut Oxygen Lpg Welding (OLG) teknik ini tetap menggunakan oxygen sebagai sumber bara api yang panas dan besar.Biasanya las ini portable dipergunakan untuk pengerjaan matrial ringan seperti plat tipis dan penambalan secara tipis,hal ini sangat menguntungkan bagi orang dengan order diluar bengkel karena bahan alatnya bisa mudah dibawa dan tidak membebani.

Las LPG tanpa oksigen

Sistem kerja las ini mirip dengan cara las kerja asetilen yaitu buat pemotongan atau penyambungan logam bersifat besi yang tipis,Secara financial las Lpg Dibandingankan dengan las asetelin sangatlah menguntungkan las lpg,krarena harga satuan lpg ukuran 3kg sekitar Rp 20.000,- dibanding dengan harga gas asetelin lumayan mahal.
Berdasarkan pengamatan panas yang dihasilkan dengan gas Lpg (Propane C3H3) yaitu berkisar 2.850 derajat celcius,Kalau pengelasan dengan menggunakan gas asetelin (C2H2) panas yang ditimbulkan sebesar 3.154 derajat celcius.Serta apabila kita melakukan pengelasan menggunakan las listrik panas yang dihasilkan sebesar 4.000 derajat celcius.Dapat disimpulkan perbedaan antar las menggunakan gas LPG dibandingkan denganm Asetelin hanya 10%.Ketika kita memilih pengelasan dengan gas LPG kita harus lebih ekstra hati-hati karena sifatnya mudah terbakar.


Las lpg tanpa oksigen yang tidak mungkin

Cara Merakit Las LPG dengan Oksigen

 


Las lpg dengan oksigen dan torch
Baca juga : Pengelasan SMAW (Shield Metal Arc Welding)

Sebelum kita memulai merakit las model ini kita harus berhati-hati karena gas LPG sifatnya mudah terbakar,sediakan APAR atau alat pemadan kebakaran yang lain disekitar tempat kerja,Sediakan perlenkapan yang dibutuhkan seperti selang penghubung klem pengunci selang dengan Torch ataupun selang dengan regulator,Di bagian torc ada dua lubang atau saluran yang bisa dimasuki selang,usahak pilih selang warna biru untuk menghubunkan gas oxygen dengan torch dan warna merah  untuk penghubung Gas LPG dengan Torch..Kita klem yang kuat kedua selang tersebut jangan sampai ada kebocoran.

Untuk penggunaan kita berikan oxygen yang keluar dari tabung sebesar 50 dari jarum yang ditunjukkan pada tabung gas oxygen,Jangan sampai anda mencoba-coba melebihi tekanan tersebut.Tekanan yang lebih besar menimbulkan selang penghubung torch dengan oxygen akan pecah dan kalau sudah ada api di bagian torch maka akan terjadi ledakan,apalagi gas LPG dan Oxygennya masih dalam kondisi banyak pasti ledakannya akan besar dan sangat berbahaya,ingatlah bekerja yang utama adalah keselamatan.
Pemasangan regulator pada tabung LPG dan tabung Oxygen sebaiknya dicek berulang kali pastikan sudang terpasang dengan benar dan kencang,pastikan klem benar-benar mengikat kuat saat selang dialiri gas bertekanan tinggi.Hindari resiko kebocoran pada kedua tabung yaitu menggunakan alat-alat perlengkapan yang kita siapkan tadi dalam kondisi baru atau masih layak pakai.

Setelah itu kita atur tekanan yang sesuai untuk penyalaan api pengelasan.Pada proses pengelasan kita juga harus mewaspadai agar selang penghubung tidak terkena panas matrial pengelasan agar tidak terjadi kebocoran.

Hal diatas adalah sedikit pengalaman yang bisa saya share tentang Las Lpg tanpa Oksigen yang tidak mungkin dilakukan karena oksigen adalah satu komponen penting dalam proses pembakaran.

Pengelasan Smaw Atau Shield Metal Arc Welding

Pengelasan Smaw (Shield Metal Arc Welding) Pengertian Yang Benar adalah cara pengelasan yang menggunakan alat busur dan dengan menggunakan arus listrik serta menggunakan elektroda berselaput.Ada beberapa tipe teknik pengelasan yang menggunakan busur arus listrik,diantaranya adalah:

- Submerged arc welding SAW
- Gas metal arc welding GMAW-MIG
- Gas tungsten arc Welding G
- Plasmarc

Dalam proses pengelasan SMAW terjadi gas penyelimut ketika elektroda terselaput mencair,sehingga dalam proses pengelasan ini tidak memerlukan tekanan gas inert yang berfungsi untuk mengusir oksigen ataupun udara lainyang memiliki sifat korosi atau dapat menghasilkan gelembung-gelembung di dalam hasil pengelasan.Proses pengelasan ini terjadi ketika arus listrik yang mengalir ke elektroda dan benda kerja menghasilkan panas sekitar 3000 derajat celcius yang mengakibatkan elektroda dan benda kerja yang akan dilas mencair.Berdasarkan jenis arus listrik yang digunakan metode pengelasan ini dibagi enjadi 2 yaitu arus DC dan arus AC,Didalam pengelasan arus DC pun dibagi menjadi dua yaitu Straight Polarity dan reverse polarity.
Untuk mesin lasnya kita bedakan menjadi dua jenis yaitu constant current atau arus tetap,dan Constant voltage atau tegangan tetap.Ketika pengelasan menggunakan busur panjang terjadi jika busur membesar akan berakibat merunkan arus dan menaikkan tegangan , sedangkan apabila kita menggunakan busur las yang pendek maka terjaedi proses sebaliknya yaitu menaikkan arus dan menurunkan tegangan.Dibawah ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dalam mengelas supaya benda kerja yang akan dilas dapat menen=mpel dengan kuat.

Hal Yang Dipersiapkan Pengelasan Smaw


1. Pilih atau seting jenis arus yang tepat
2. Pilih jenis polaritas yang tepat untuk arus DC
3. memilih penggunaan elektroda yang sesuai atau tepat
4. Hindarkan pergerakan pengelasan ke kiri dan ke kanan saat pengelasan
5. Usahakan menggunakan busur yang pendek ,perlakukan las dengan mantap tidak grogi ataupun ragu.Harus melakukan gerakan yang teratur
6. Pergerakan laju b\pengelasan disesuaikan dengan pergerakan mencairnya elektroda

Antisipasi Dlam Pengelasan Busur
- Membekunya elektroda yang membuat pengelasan terhenti,dan menempel pada benda kerja
- Bentuk motif kampuh yang tidak rapi
- Sedang selaput elektroda yang pada umumnya terbuat dari serat kayu selulosa
- Timbul senyawa basa
- Besi oksida
- CaCO3 yang membentuk tipe elektroda baru  jenis E,ER,EW,EC,RG,RB dan F

Pengelasan SMAW


Elektroda Las

Kebanyakan dan pada umumnya elektroda las SMAW dilapisi menggunakan lapisan Flux yang bertujuan untuk membuat gas untuk melindungi cairan logan tidak terkontaminasi dengan udara lingkungan sekitar,Lapisan elektroda ini terbuat dari campuran kimia  dengan komposisi sesuai kebutuhan pengelasan .Menurut American Welding Society elektr0da diklasifikan dengan huruf E dan diikuti 4 huruf angka ,dengan arti dua digit pertama menunjukkan kuat tarik hasil las tiga digit menunjukkan kuat tarik melebihi 100000 psi,sedangkan dua digit terakhir berati kuat tarik hasil pengelasan sebesar kurang dari 100000psi

Cara Memilih Elektroda yaitu:

- Jenis arus
- Posisi pengelasan
- Type sambungan
- kerapatan sambungan

Jenis Mesin Las SMAW


Penegelasan SMAW biasanya memerlukan tiga tipe mesin yaitu Mesin las DC,AC Dan AC-DC,spesifik ketiga mesin ini memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing untuk anda apabila ingin menggunakan kedua jenis arus ,silahkan memilih jenis yang AC-DC.Dalam pengelasan SMAW menggunakan mesin DC Dibagi lagi menjadi dua jenis Polaritas yaitu,DECP ( Direct Current Elektroda Positif)  Dan DCEN ( Dirrect current Elektroda Negativ)
Pengertian polaritas  DCEP yaitu pengelasan SMAW kutup positif yang terhubung dengan kabel yang disambungkan dengan holder atau kabel elektroda .Sedangkan kutub negatif dihubungkan dengan benda kerja.
Polaritas DCEB yaitu Pengelasan SMAW  kutub negatif dihubungkan dengan kabel elektroda dan kutub positif dihubungkan dengan benda kerja.

Kerugian Atau Kelemahan Las SMAW
1. Proses pengerjaan yang lambat karena sering melakukan penggantian elektroda
2. Terdapat slag yang timbul dan kita harus membersihkannya
3. Efisiensi endapan yang rendah
4. Ketika Menjumpai Low hydrogen electroda kita memerlukan penyimpanan khusus



Baca juga : Cara Mengelas Listrik Vertikal

Keuntungan Las SMAW


1. Dapat dikerjakan dengan semua posisi pengelasan
2. Dapat dikerjaakan pad ketebalan berapapun
3. Biaya matrial pengisi yang rendah
4. pada matrial jenis pengerjaan dapat dilakukan dengan alat yang sama
5. Biaya awal investasi yang rendah
6. Pengoprasian yang mudah sederhana dan handal

Pengelasan SMAW yang benar



Terimakasih telah menyempatkan membaca artikel saya tentang pengelasan smaw yang belepotan semoga dapat bermanfaat untuk anda dan mau mempraktekkan dengan referensi uraian di atas..semoga berhasil.

Cara Mengelas Listrik vertikal

Cara Mengelas Listrik vertikal..mengelas memiliki empat macam cara yaitu,posisi bawah tangan,posisi mendatar/horizontal,posisi vertikal dan posisi di atas kepala.Setiap posisi mengelas tersebut memiliki kesulitan tersendiri,dalam pengelasan komponen yang bersifat safety kita tidak boleh hanya alakadarnya menenmpelkan besi seperti pengelasan tralis atau pagar rumah.Sebaiknya kita memperhitungkan kemampuan hasil pengelasan kita dengan kekuatan beban yang akan diterima oleh benda yang kita las..Dibawah ada beberapa penjelasan tentang keempat cara mengelas yang saya sebutkan tadi.

1.Mengelas pada posisi bawah tangan


Secara teknis dari keempat cara tadi yang paling mudah dikerjakan adalah posisi bawah tangan,maka dari itu usahakan setiap ada pengerjaan pengelasan diusahakan bisa dikerjakan dengan teknik bawah tangan,supaya hasil yang kita peroleh bisa maksimal.Hal yang harus diperhatikan dalam teknik mengelas bawah tangan yaitu,Kemiringan elektroda usahakan 10-20 derajat terhadap garis vertikal mengarah jalannya cairan elektroda.Sebelum proses pengelasan benda kerja kita bersihkan terlebih dulu dengan sikat baja,hilangkan kotoran seperti kerak yang menempel.

2. Mengelas Listrik posisi Mendatar atau horizontal


Cara mengelas model ini kita perlu berhati-hati dan waspada kalau tidak cermat lelehan logam panas cair akan mudah terjatuh menimpa kaki atau tubuh anda,untuk menghindari hal tersebut kita posisikan sudut elektroda kira-kira 50 derajat sebagai fungsi menahan lelehan logam,dan kita pakai sudut kira-kira 70 derajat kearah lintasan las.
Kita buat panjang busur nyala lebih pendek dibandingkan dengan panjang busur nyala posisi pengelasan bawah tangan.Biasanya ada beberapa masalah yang terjadi yaitu benda kerja bergerak,hal ini disebabkan karena ;
- Kecepatan menggerakan elektroda yang sangat lambat
- Setingan amper pengelasan yang terlalu tinggi
- Busur nyala api yang terlalu panjang

3.Mengelas posisi di atas kepala


Posisi yang ke tiga ini sangat membutuhkan konsentrasi dan kehati-hatian yang tinggi,kita sebak persiapkan helm pengaman serta kacamata las yang bisa juga berfungsi pelindung kepala,pakailah pakain yang tidak berunsur bahan plastik agar apabila terjadi percikan tidak terus menempel ke pakaian dan terbakar.Pada posisi diatas kepala ini sangat membuat ada lelah menahan busur dan tangan terangkat terus menerus tetapi harus tetap fokus.Bila benda kerja berada posisi 45 derajat terhadap garis vertikal,maka posisi pengelasan diatas kepala sudut jalan elektroda antara 75 sampai 85 derajat tegak lurus terhadap benda kerja,sedikit saran sebaiknya busur nyala kita buat sependek mungkin untuk menahan cairan elektroda.Kita bisa menggunakan teknik ayunan,pada pengisisan lapis pertama kita tidak perlu menggunakan ayunan,namun kita bisa pergunakan ayunan pada pengisisan ke dua.Urutan pengisian dan sudut pada kampuh berimpit tegak..sebelum pengisian lapisan kedua pastikan bersihkan benda kerja dari kerak dengan memukul palu pada bidang pengelasan dan lebih bagus bila disikat baja secara pelan akar tida mengenai mata kita.

Baca Juga : Pengelasan dengan Tabung LPG

4.Cara Mengelas Vertikal Yang Benar

 

cara mengelas listrik vertikal,horizontal,dan diatas kepala

Pada posisi pengelasan vertikal benda kerja posisi tegak,kita dapat melakukan pengelasan secara naik atau menurun ke bawah,sebelum kita melakukan pengelasan benda kerja kita perhatikan dahulu elektroda yang kita pakai,apabila elektroda yang berbusur lemah kita lakukan pengelasan ke atas,sedangkan elektroda yang berbusur keras kita lakukan pengelasan ke arah bawah.Kita pahami proses mengelas vertikal elektroda cenderung mengalir ke bawah,hal ini kita bisa antisipasi dengan memeringkan elektroda 10 sampai 15 derajat ke bawah.Teknik yang kita pakai bisa dengan ayunanelektroda supaya diperoleh rigi-rigi yang baik,Ayunan yang kita pkai adalah kampuh T ,Kampuh berimpit dan Kampuh V.
Sebelum pengelasan vertikal hal-hal yang perlu dipersiapkan ;
1.Posisi badan saat pengelasankita masukkan elektroda kedalam pengait pada tangkai pemegang dan letakkan kabel di pundak posisi anda harus kaki   melebar membuat kuda-kuda yang kuat supaya tubuh anda stabil.
2.Cara menyalakan busur,atur arus las sekitar 110-130A,sudut elektroda terhadap logam dasar harus   90 derajat dan kita nyalakan busur sekitar 10-20 mm   di depan titik awal.
3.Pengelasan teknik rigi-rigi
  Jagalah posisi sudut elektroda terhadap arah pengeasan sebesar 70-80 derajat,gerakkan elektroda dari tepi ke tepi dengan cara menggerakkan     lengan,usahakan busur yang kita pakai pendek.Pergerakan elektroda dengan cepat ditengah rigi secara perlahan di kedua sisi,pergerakan dari tepi ke   tepi tidak boleh melebihi 3x diameter elektroda dan kita majukan jarak las supaya rigi-rigi menutupi separuh rigi-rigi yang lainnya,pastikan busur   agar selalu di depan terak.

Hal-hal di atas merupakan beberapa cara mengelas listrik vertikal yang bisa anda lakukan dan praktekkan,semoga tuisan anda bisa bermanfaat dan membantu anda terimakasih.

Post terbaru

Ikan Koki Ranchu Buffalo Ciri Khas dan Harga