Showing posts with label Tanaman Hidroponik. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Hidroponik. Show all posts

Hidroponik Sistem NFT (Nutrient Film Technique)

 NFT (Nutrient Film Technique) Hidroponik sistem, merupakan suatu konsep bercocok tanam hidroponik dengan mengalirkan nutrisi ke akar tanaman secara tipis atau film dengan tujuan supaya akar tanaman tersebut menerima nutrisi makanan, air dan juga oksigen secara cukup. Ternyata sistem hidroponik NFT ini sangat cocok sekali dipakai untuk bercocok tanam sayuran dalam skala besar atau industri dibandingkan dengan sistem hidroponik yang lainnya.

Cara kerja Hidroponik Sistem NFT


Penggunaan sistem ini direkomendasikan memilih tanaman sayuran yang memiliki masa panen yang pendek semisal jenis sayuran seperti selada. Pada umumnya desain dan bentuk instalasi yang diterapkan orang-orang untuk sistem ini berbeda-beda, namun konsep dan cara kerjanya tetap sama. Sistemnya yaitu cairan air yang telah dicampuri nutrisi akan dialirkan secara tipis menggunakan alat pemompa secara terus menerus dan disirkulasi. Baca juga : Sistem hidroponik teknik DFT

Dari suplai nutrisi yang secara continue terus menerus akan membuat sayuran tersebut lebih subur dan tentunya akan lebih cepat panen dengan kondisi yang sangat bagus. Disini dari sistem NFT ada beberapa keunggulan yang bisa kita ketahui, diantaranya : 


Keunggulan Hidroponik Sistem NFT 


A. Pertumbuhan pada tanaman dirasa lebih cepat 

Penyebab tumbuhnya tanaman sistem NFT lebih cepat karena, akar tanaman yang ditanamam menggunakan media tanam dan net pot langsung menyentuh pada dasar GULLy sehingga kebutuhan nutrisi, air, oksigen dan kebutuhan lainnya sangat tercukupi secara terus menerus. Penyebab cepatnya tumbuh pada sistem ini adalah media dasar GUlly yang berukuran lebar akan mengakibatkan akar tanaman lebih leluasa untuk menyebar berfungsi menyaring atau menyerap nutrisi secara maksimal.


B. Kemudahan Kita Mengontrol Suplay Kandungan Nutrisi Tanaman

Semua metode tanam hidroponik keberhasilannya terletak pada kandungannutrisi yang diserap oleh tanaman, Instalasi sistem NFT ini memang bertujuan untuk memudahkan dalam melakukan kontrol dan penyuplaian nutrisi tanaman dengan baik. Dengan terserapnya nutrisi yang dibutuhkan tanaman secara maksimal tentunya tanaman akan tumbuh lebih baik, subur dan lebih cepat. Proses kontrol kita dapat dilakukan degan melihat gully atau wadah bak penampungan nutrisi yang diletakkan bawah instalasi. Posisi dibawah instalasi ini tentu sangat memudahkan kita dalam pengontrolan tanpa menyentuh media tanam ataupun tanamannya. 


C. Keseragaman Pertumbuhan Tanaman

Instalasi NFT yang miring dan berfungsi menjaga aliran air dan nutrisi tetap lancar membuat penyerapan nutrisi tersebut di semua tanaman entah yang berada di atas ataupun bawah akan memperoleh nutrisi dengan jumlah yang sama, sehingga pertumbuhannya sangat merata. Dengan pertumbuhan tanaman yang seragam ini bisa menjadi suatu kelebihan lagi yaitu tidak ada tanaman berukuran lebih besar dan dominan yang biasanya mengganggu pada tanaman yang berukuran lebih kecil. Dengan demikian pemanenan dapat kita lakukan secara serentak, cocok untuk dikelola secara industri yang membutuhkan produksi yang banyak dengan kualitas yang merata.


D. Sangat Minim Terjadinya Pengendapan Kotoran

Pada sistem hidroponik yang lain sering sekali terjadi pengendapan nutrisi yang ada pada wadah atau gully karena cairan tersebut hanya ditampung pada wadah tanpa ada pergerakan dengan tempo yang lama. Kalau sistem NFT pergerakan air dan nutrisi akan digerakkan dengan alat pemompa secara continue dan terus menerus membuat residu dan kotoran tidak sempat mengendap pada gully. Nutrisi yang bergerak terus tersebut jadi habis terserap dengan maksimal oleh tanaman.

mekanisme Hidroponik Sistem NFT (Nutrient Film Technique)



 Kelemahan Bercocok Tanam Hidroponik NFT


Kalau kita fikir semua sistem pertanian yang ada pasti akan memiliki kelibhan dan kelemahan, namun sangat beruntung bagi kita kalau sudah mengetahui berbagai kekurangan dari sistem yang kita gunakan, sehingga bisa memikirkan berbagai rencana solusi yang akan diterapkan untuk mengantisipasinya. Berikut beberapa kelemahan dari sistem hidroponik NFT  :


A. Penyebaran Peyakit Tanaman Lebih Cepat

Dibalik dari keuntungan saat menyebarkan nutrisi terhadap tanaman yang sangat cepat dan merata, ternyata sistem ini bisa membuat berbagai penyakit tanaman seperti jamur dan lainnya, bisa menular dengan cepat beredar dan semua tanaman dalam instalasi tersebut akan terpapar. Jadi apabila kita lihat satu tanaman terkena penyakit bersiaplah untuk memberikan obat atau antisipasi yang lain supaya tidak berangsur-ansur sehingga tanaman dalam 1 instalasi menjadi mati semua.

Baca juga : Kelebihan dan kekurangan hidroponik sistem Wick / Sumbu


B. Modal Pembuatan Instalasi Relatif Mahal

Hidroponik Nft membutuhkan penopang dengan tekstur permukaan pada bawahnya harus rata. Padahal harga gully dan pembuatan instalasi NFT ini tergolong sangat sulit didapatkan, dan sistem perangkaian instalasi ini membutuhkan ongkos yang mahal. 


C. Sangat Tergantung Dengan Penyaluran Listrik

Mengetahui sistem ini menggunakan cara penyuplaian nutrisi air dan nutrisi menggunakan alat pemompa elektrik, tentu saja harus ada aliran listrik yang mengalir terus menerus. Ketika terjadinya pemadaman listrik yang tanpa kita pikirkan antisipasinya semua tanaman pada instalasi tersebut akan sangat kekurangan air dan nutrisi karena pompanya mati. Tanaman dalam waktu yang lama tidak memperoleh nutrisi akan mengering, layu dan bahkan mati, padahal kalau kita lakukan sistem ini dengan sekala besar tentunya kerugian yang sangat besar ada di depan mata.

Berbeda hidroponik dengan sistem wick yang tidak membutuhkan aliran llistrik yang tetap bisa menyerap nutrisi melalui sumbu yang terhubung dengan wadahnya. 

Kelebihan dan kelemahan Hidroponik NFT


Demikian metode bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik NFT yang bisa kita ketahui kelebihan dan kekurangannya semoga dapat bermanfaat untuk menjadikan pertimbangan untuk dipergunakan di rumah anda.


Hidroponik Sistem Wick Sederhana Dan Mudah

Pengertian bercocok tanam dengan cara hidroponik sistem wick (sumbu) sederhana merupakan salah satu cara hidroponik yang menggunakan teknik pasif tanpa pergerakan pada bagian media tanam, sistem pengambilan nutrisinya dilakukan dengan menggunakan cara menariknya menggunakan media sumbu bahan kain atau jenis bahan yang lain yang intinya bisa menyerap air dan menyalurkan nutrisi tersebut ke akar tanaman. Bahan yang dipergunakan dalam media tanam sistem wick ini umumnya adalah seperti : cocopeat, batu kerikil kecil, hydroton, perlite, rockwool, vermiculite dan bahkan sekam bakar. 

Hidroponik Sistem Wick Sederhana Dan Mudah



Ternyata bercocok tanam menggunakan hidroponik sistem wick sederhana ini memiliki banyak keuntungan dan beberapa kelemahan, namun dengan kita mengetahui kelebihan dan kekurangan tersebut bisa menjadikan analisa dan mungkin kedepannya bisa memperbaiki atau bahkan mengembangkannya menjadi sistem yang lebih sempurna. Di bawah ini kita akan pelajari bersama dari beberapa kebehian dan kekurangan dari bercocok tanam menggunakan sistem sumbu ini, diantaranya.

Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik Sistem Wick Sederhana


Kekurangan :

- Banyak atau jumlah air yang dibutuhkan oleh tanaman akan sulit kita atur, mungkin dikarenakan dari daya serap bahan sumbu berbeda-beda sehingga daya hantar atau volume yang kita harapkan untuk kebutuhan tanaman tersebut akan sulit dipastikan. Mungkin sebagai solusi ketika kekurangan nutrisi kita bisa menambahkan jumlah sumbu pada media yang akan kita serap. Namun ketika tanaman kelebihan nutrisi bisa kita kurangi sumbu penghantar nutrisinya. Pengaturan jumlah penyaluran nutrinsi ini sangat penting untuk kita perhatikan karena sangat berpengaruh dengan kesuburan tanaman.

- Air dan nutrisi yang kita salurkan tentunya tidak dapat bersirkulasi / memutar kembali lagi pada bak atau wadah penampungan sehingga dirasa akan sedikit boros dan juga membutuhkan perhatian yang lebih untuk mengawasinya. Pengawasan harus sering dilakukan agar air dan nutrisi tetap stabil diterima oleh tanaman jangan sampai sering kehabisan sehingga tanaman layu bahkan mati.


Kelebihan hidroponik sistem wick 

- Lebih hemat energi : Dibandingkan menanam sistem hidroponik media paralon yang harus ada perputaran air, dan putaran tersebut digerakkan dengan alat pompa air tenaga listrik tentunya sistem wick lebih hemat listrik, dan tidak ketergantungan dengan nyala listrik. Media paralon ini kalau diperhitungkan memang meiliki biaya yang lebih dari modal, seperti biaya instalasi listrik, biaya media paralon, dan lain-lain.

- Biaya pembuatan sistem wick tergolong ramah di kantong : Modal pembuatan hidroponik sistem ini biasanya hanya membutuhkan tempat wadah nutrisi misalnya hanya dengan : sterofoam, bak, terpal, ember, dan lainnya dengan ukuran yang relatif kecil tidak memakan tempat. Dan juga wadah media tanam yang bisa kita memakai bahan yang lebih murah didapat  seperti: botol bekas, gelas air mineral, plastik bekas wadah makanan danbahan lainnya. Dari wadah-wadah nutris dan media tanam tersebut juga bisa menggunakan bahan bekas atau alat rumah tangga yang sudah tidak dipakai. Untuk wick (sumbunya) bisa menggunakan kain yang mudah kita peroleh atau bahkan membeli sumbu kompor yang sangat terjangkau. Baca juga ; Teknik hidroponik sistem DFT

- Perawatan yang sangat mudah : Dengan sistem penyaluran sumbu yang secara atomatis tersalurkan kita tidak repot-repot melakukan penyiraman rutin dipagi dan sore atau waktu tertentu. Cara merawatnya hanya sebatas menjaga tanaman aman tidak terserang hama dan penyakit serta hanya memastikan sumbunya bekerja dengan baik dan mengisi ulang wadahnya dengan air dan nutrisi. 

- Tanaman mendapatkan nutrisi yang stabil : Penyerapan nutrisi dan air untuk tanaman yang subur memang harus didapatkan secara stabil dalam jumlah yang tepat. Dengan sistem sumbu ini volum air dan nutrisi bisa tersalurkan sangat teratur tergantung setingan awal kita, tanpa takut pemadaman listrik dan gangguan lain, yang terpenting memantau ketersedian air dan nutrisi stok pada wadah terus ada.

Keunggulan Hidroponik sistem wick



Praktek pengerjaan penanaman hidroponik dengan sistem sumbu (wick)


a. Mempersiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan untuk wadah nutrisin tanaman seperti : 
- Bak
- Ember
- Sterofom
- Terpal
- Dan lain-lain bisa kita sesuaikan dengan alat yang ada di rumah dan bisa kita pakai 

b. Persiapkan wadah media tanam seperti :

- Net pot
- Mineral gelas
- Botol bekas dari air mineral
- Gelas plastik
- Wadah plastik 
- dan lain-lain

c. Sediakan sumbu sebagai penghantar nutris dan air, Bahan yang cocok seperti :

- Sumbu kompor
- Kain nilon
- Ataupun kain flanel

d. Sediakan dahulu media tanam yang akan digunakan seperti :

- Sabut kelapa
- Arang
- Sekam yang sudah dibakar
- Kerikil
- Serbuk kayu
- Kerikil 
- Spons atau bisa disebut rockwool

e. Lubangi wadah untuk media tanam, kalau menggunakan bahan botol bekas dari air mineral, lubangnya kita bisa buat di bagian samping dan bawahnya. Lubang yang kita buat jangan terlalu banyak yang membuat media tanam cepat mengering. Alat yang kita pakai untuk melubangi wadah tersebut apabila terbuat dari bahan plastik bisa menggunakan paku yang kita panaskan kemudian kita colokkan hingga wadah tersebut meleleh dan membuat lubang. Kalau wadah yang kita gunakan dari bahan kayu atau logam bisa gunakan hand bor. Fungsi dari pelubangan wadah media tanam ini yaitu bertujuan sebagai tempat akar.

f. Berikan lah larutan yang digunakan sebagai nutrisi dalam bercocok tanam metode hidroponik. Larutan ini adalah AB Mix yang bisa kita peroleh dengan membelinya pada koprasi atau toko pertanian yang ada di sekitar anda.

g. Pemasangan sumbu harus dilakukan sampai menjangkau posisi bawah wadah nutrisi, sehingga dapat dipastikan sumbu bisa bekerja dengan baik menyalurkan nutrisi hingga benar-benar habis.

h. Pengisan wadah media tanam / botol dengan jenis media tanam yang kita pilih

i. Pengisian air yang digunakan PH  Dan juga PPM dengan kadar yang sesuai


Faktor dan hal penting yang harus kita perhatikan ketika menanam sayuran


Faktor-faktor ini penting dilakukan agar semua proses bercocok tanam dengan metode ini bisa berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal. Hal ini memang kita harus memikirkannya karena bukan hal yang bisa dianggap remeh diantaranya seperti :

- Pengaturan jarak tanaman jangan terlalu pendek yang bisa membuat tanaman menjadi sulit subur

- Memilih jenis tanaman yang memiliki kebutuhan suplai air yang masih bisa tercukupi dengan metode penyaluran nutrisi dan air mengguanakan media sumbu

- Menggunakan bahan dan material yang tahan panas, sebagai contoh kita jangan menggunakan bahan terbuat dari besi, kaleng, seng, alumunium dan lain-lain. 

- Penggunaan wadah bak untuk air larutan nutrisi diusahakan yang tidak tembus oleh cahaya matahari. Cahaya matahari pada bak wadah air akan memicu tumbuhnya berbagai lumut 

- Pengadukan larutan nutrisi dan air harus disiplin dilakukan, biasanya bisa dalam satu hari 1 kali pengadukan. Namun berbeda apabila anda menggunakan alat aerator, kita tidak perlu mengaduknya.

- Rutin melakukan penggantian air, hal ini perlu dilakukan agar menjaga jentik-jentik nyamuk tidak timbul. Penggantian air kita lakukan harus rutin minimal 1 minggu sekali

- Menjaga agar suhu air yang kita gunakan tetap pada kisaran 24 sampai 27 derajat celcius

Alat tes air Hidroponik
Add caption

- Menggunakan air baku dengan kondisi tds dibawah 100, Bisa saja kita gunakan air dengan tds kurang dari 100 misalnya tetesan ac, ataupun air RO. Yang terpenting air kita berikan dengan ppm nya dibawah 100.

 


Post terbaru

Penyebab Warna Ikan Mas Koki Pudar Di Aquarium