Showing posts with label Tanaman Hidroponik. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Hidroponik. Show all posts

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Alami dan Murah

 Tips kreatif cara membuat nutrisi untuk tanaman hidroponik dengan bahan alami dan murah.  Ketika kita mengkonsumsi hasil tanaman yang kita tanam sendiri, pasti akan merasakan sensasi yang sangat menyenangkan. Dari beberapa jenis tanaman yang biasa dibudidaya secara konvensional, ternyata ada jenis tanaman yang sangat mudah untuk dibudidayan  secara hidroponik, misalnya sawi, pakcoy, selada dan lain-lain.

Untuk menghendaki tanaman yang kita budidaya secara hidroponik dapat tumbuh hingga panen dengan kondisi baik dan subur, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan misalnya, nutrisi yang kita berikan, perawatan instalasi hidroponik, perawatan terhadap tanaman itu sendiri, dan lain-lain.

Kita bisa melakukan praktek bercocok tanam hidroponik bisa menggunakan alat dan bahan alakadarnya dan mungkin bisa dianggap seperti sampah oleh sebagian orang. Dan tentu saja bahan nutrisi untuk hidroponik yang akan kita pakai, ternyata bisa dibuat sendiri secara mudah dan ramah lingkungan.

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Yang Organik Alami

Pertama-tama teman-teman harus menyediakan beberapa alat dan bahan dahulu, untuk nutrisi hidroponik sebanyak 1,5 liter kita memerlukan :

- 4 kulit cangkang telur
- 4 buah pisang masak
- 2 sendok gula putih/merah/tetes tebu
- 1 liter air bekas cucian beras
- 10  ml / 1 tutup botol EM 4 (Micro organisme)

# Tahap pembuatan awal yaitu kita harus menghaluskan ke empat cangkang telur tadi sampai halus, bisa menggunakan alat blender, atau di ulek menggunakan ulekan batu. Dan perlu diingat kita hanya menggunakan cangkangnya saja, bukan sama se isinya. Baca juga : Cara menggunaka hidroponik sistem WICK

# 4 buah pisang masak yang sudah kita persiapkan selanjutnya kita blender kalau tidak bisa dengan cara mengiris berserta kulit pisangnya.

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Alami



# Siapkan 2 sendok gula pasir 

# Siapkan takaran dan air bekas cucian beras, tahapnya kita gunakan takaran dan di isi hanya 0,5 liter dahulu air cucian beras dan kita gunakan untuk mencampur bahan-bahan, dan setelah tercampur kita baru menambahkan 0,5 liter air cucian beras lagi.

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik bahan Alami


# Bahan yang paling penting lainnya adalah micro organisme, kalau saya menggunakan merk EM4 yang sudah tersedia di banyak toko pertanian. EM4 sebenarnya ada beberapa jenis dan macam, misalnya untuk pertanian, perikanan, dan peternakan. Jangan sampai salah EM4 yang kita beli dengan warna botol kuning yang khusus digunakan untuk pertanian. Baca juga : Hidroponik sistem DFT

Praktek Membuat Nutrisi Hidroponik 


Langkah pertama yaitu kita masukkan gula ke dalam wadah seperti baskom, karena di sisni saya kan membuat 4 kali lipat dari takaran di atas, maka kita bisa kalikan 4 semua bahan yang ada di atas tadi. 

Selanjutnya kita masukkan cangkang telur yang sudah kita haluskan kedalam baskom yang sudah kita isi dengan gula dan mulai kita aduk. Selagi kita mengaduk, kita tuang dan campur dengan air cucian beras secara bertahap sedikit demi sedikit. Selanjutnya lanjutkan pengadukan hingga bahan gula dan lain-lain tadi benar-benar terlarut.

Semua bahan sudah siap, kita masukkan ke dalam jirigen dan dibarengi dengan memasukkan bahan potongan atau bubur pisang yang sudah kita potong/blender. Di jirigen inilah proses fermentasi akan terjadi.
Cara Membuat Nutrisi organik Hidroponik murah  Alami


Yang terakhir adalah penambahan EM4 ke dalam jirigen, Em4 ini adalah micro organisme yang akan kita pakai untuk mengurai karbohidrat yang ada pada air cucian beras, dan gula sebagai bahan makanan bakterinya. Baca juga : Cara membuat instalasi hidroponik paralon

Satu botol EM4 biasanya terkandung 5-10 ml, tapi untuk pastinya saya kurang memahami dan bisa teman-teman check sendiri. Kalau ragu, anggap saja tutup botol ini berisi 5 ml dan apabila ternyata lebih dari 5 ml akan lebih bagus karena kita menggunkan racikan sebanyak 4 kali lipatnya.

Tutup rapat-rapat botol jirigen dan simpan di temapat yang gelap selama minimal 7 hari. Dalam proses penyimpanan kita juga harus sering mengontrol dan membuka tutup jirigen yang bertujuan membuang gas di jirigen akibat terjadinya proses fermentasi agar tidak terjadi penumpukan gas dan bisa meledak.

Setelah penyimpanan selama 7 hari, bisa kita gunakan ke tanaman hidroponik. Sebelumnya kita cek kualitasnya dengan cara kita kocok-kocok botol jirigen dan kita cium aromanya, dan apabila nutrisi ini berhasil maka aroma yang tercium akan wangi seperti tape.

Penggunakan air untuk hidroponik dan campuran nutrisinya adalah bersumber dari air tanah, bukan air dari PDAM atau air lainnya yang sudah mengalami pencampuran dengan bahan-bahan lain. Ukur kandungan air dengan tds meter hingga berukuran menunjukka angka 159 ppn.  

Saatnya untuk aplikasikan ke tanaman hidroponik dengan dosis, 100-200 ml untuk tiap 1 liter air tanah tadi. Untuk hasil lebih baik sebaiknya kita jangan gunakan ampas dari nutri buatan kita tadi, bisa dengan cara disaring terlebih dahulu. Baca juga : Hidroponik rakit apung yang murah dan awet.

Setelah tercampur rata dengan air tanah, maka kita akan lakukan pengukuran lagi dengan tds meter hingga menunjukkan angka 2500 ppm. Sebenarnya pengukuran ini saya lakukan untuk menjawab apabila ada teman-teman menanyakan berapa nilai ppm setelah kipencampuran nutrinya. 

Kalau kita menggunakan nutrisi AB mix ya biasanya spesifikasi dari unsur hara yang diberikan ke tanaman lebih sesuai mulai dari unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman sudah diperhitungkan dengan tepat, berbeda dengan kita apabila menggunakan pupuk cair buatan sendiri yang sulit sekali diukur menggunakan tds meter.

Kelemahan dari pupuk organik buatan sendiri ini adalah tidak standarnya kandungan hara yang diberikan ke tanaman dengan sistem hidroponik. Untuk mendapatkan hasil maksimalnya kita harus melakukan uji coba hingga mendapatkan takaran yang pas untuk tanaman hidroponik.







Instalasi Hidroponik Paralon Sederhana Yang Bagus

 Cara yang saya gunakan untuk membuat instalasi hidroponik dengan bahan paralon secara sederhana menganut sistem DFT (Deep Flow Technique) Hidroponik. Lubang yang saya terapkan pada pipa paralon berjumlah sekitar 150 lubang. Dengan jumlah lubang tersebut kita bisa susun paralon menjadi 6 tingkat, namun bisa juga disesuaikan terhadap tersedianya lahan atau kondisi dari teman-teman. Baca juga : Hidroponik sistem DFT

Untuk ketinggian baja ringan yang saya pakai untuk penopang instalasi paralon sekitar 165 cm, dengan lebar sekitar 75 cm, dan untuk rangkaian penopang baja ringan bagian depan setinggi 70 cm Model instalsi yang saya buat bisa menghabiskan bahan baja ringan model kanal C sebanyak 4 batang dan 4 batang tipe reng baja ringan. Kenapa tidak menggunakan bambu atau kayu ???

Menurut saya bahan baja ringan memiliki banyak keunggulan, seperti praktis, mudah dibua, terlihat rajin, dan yang paling penting adalah awet tahan lama terhadap perubahan musim. Baca juga : Hidroponik NFT

Instalasi hidroponik paralon


Untuk input nutrisinya kita buat sendiri menggunakan manipol buatan sendiri menggunakan pipa berukuran 2 inch, dan kita lubangi sebanyak 6 lubang. Pada sistem outputnya karena kita memakai sistem DFT yang harus ada air nutrisi yang menggenang di dalam instalasi paralaon, maka cara pembuatannya kita pakai dop pipa 2,5 inch atau pasangan dari ukuran paralon yang kita gunakan untuk media tanam.

Dop tersebut kita lubangi berukuran diameter 0,5 inch hingga pipa paralon outputnya pas terhadap lubang pada dop tersebut. Lubang pada dop tidak boleh terlalu bawah sehingga tidak terjadi genangan akibat tersalur semua nutrisinya ke pipa output.

Langkah Awal Pembuatan Instalasi Hidroponik 


Untuk langkah yang pertama kita harus melubangi pipa paralon yang berukuran 2,5 inch, tapi terlebih dahulu kita potong shock nya sepangjang 10 cm dari ujung shock. Gunakan gergaji besi untuk lebih mudah pemotongannya. 




Pada proses pelubangan pipa menggunakan mesin bor dengan mata pisau jenis hall saw berukuran 44 mm, untuk tempat net pot berukuran 5 cm. Kita terlebih dahulu mengikat seluruh pipa yang kita pakai, di setiap ujungnya dengan isolasi secara sejajar, hal ini bermaksut agar saat proses pengeboran pipa paralon dapat lurus sejajar rapi dan tidak berkelok-kelok sehingga instalsi dapat dialiri air nutrisi dengan baik tidak tumpah di tengah-tengah. Baca Juga : Pakcoy Hidroponik

Selanjutnya kita akan melakukan pengukuran untuk pembuatan lubang. Untuk lubang pertama kita buat ukuran jarak 7 cm dari ujung paralon, dan untuk lubang berikutnya dan seterusnya kita beri jarak 15 cm. 

Jarak Lubang Hidroponik Paralon



Ketika proses pelubangan pipa paralon dengan jarak lubang 15 cm sudah selesai, kita berlanjut untuk pemotongan baja ringan dengan ukuran 

a. panjang 165 cm sebanyak 4 potong, 
b. panjang 180 cm sebanyak 4 potong 
c. panjang 75 cm sebanyak 8 potong

Proses pemasangan kuda-kuda instalasi kita harus memerlukan bantuan, minimal 2 orang karena sangat sulit apabia kita pasang sendirian. Jarak antar kaki kuda-kuda adalah 125 cm, dan ketika suah selesai kita berlanjut membuat tatakan pipa paralon supaya tidak jatuh.

Penggunaan pompa air untuk mengalirkan nutri ke instalasi hidroponik, kita pilih yang bisa mengangkat air dengan ketinggian 6 meter, sehingga air nutrisi tanpa kendala tersalur pada instalasi pipa paralon yang paling atas. Biasanya besar watt pompa ini berkisar 108 watt. Saya pilih pompa air yang berkekuatan besar ini bermaksut karena dia memompa instalasi dengan jumlah lubang tanam yang lumayan banyak.
Pompa air instalasi hidroponik


Saya gunakan venturi untk memperbanyak kandungan oksigen pada nutrisi. Selain itu venturi saya gunakan untuk memutar atau mengatur nutrisi walaupun masih ada sisa-sisa atau kotoran bisa terangkat lagi. Kita berikan stopkran yang kita pasang tiap pipa untuk mengatur dan membagi arus air nutrisi. 

Contoh Instalsi Model Hidroponik


Untuk hasil panen dengan instalasi ukuran ini bisa tergolong sangat efektif dan produktif, sangat cocok untuk diterapkan di rumah anda. Kita juga bisa menerapkan berbagai model instalasi yang saya rasa sangat powerfull apabila dipraktekkan pada lahan yang sempit. Model instalasinya berbentuk segitiga dengan kedua sisi bisa dipakai untuk menaruh pipa-pipa paralon untuk media tanam. Dengan model segitiga ini bisa memproduki 2 kali lipat sayuran yang ditanam, namun membutuhkan pompa air yang bertenaga lebih.


Hidroponik Rakit Apung Biaya 1,5 Juta an

Artikel kali ini kita akan beljar bersama tentang teknologi bercocok tanam secara hidroponik dengan sistem rakit apung. Pengertiaannya sendiri tentang hidroponik rakit apung adalah salah satu sistem hidroponik yang dikategorikan paling sederhana dibandingkan dengan sistem hidroponik lainnya. 

Platform atau bahan yang biasanya dipergunakan untuk memegang atau tempat tumbuh tanaman adalah terbuat dari sterofoam yang mengapung di atas cairan larutan nutrisi untuk tanaman hidroponik.

Untuk penyuplaian oksigen ke akar tanaman yang dibudidayakan biasnya menggunakan pompa aquarium yang akan dilanjutkan untuk memasukkan cairan tersebut kedalam bak atau wadah dari penampungan nutrisi hidroponik. 

Cara menanam hidroponik rakit apung

Baca juga : Hidroponik Sistem Wick Sederhana

Instalasi pembuatan hidoponik dengan sistem rakit apung ini sangat mudah dibuat yang terpenting kita harus perhatikan, menaruh tanaman hidroponik sebaiknya dilakukan pada tempat yang terkena sinar cahaya matahari intesitas rendah minimal sebanyak 5 jam dalam sehari. Sebagai catatan jangan taruh tanaman dibawah sinar matahari yang terik sehingga berakibat tidak baik pada tanaman. 

 Dan apabila menarunhnya pada out door harus sediakan atap atau genteng agar tidak terkena air hujan, hal ini diperlukan karena air hujan yang masuk pada bak air akan berakibat nilai nutrisi pada instalasi hidroponik rakit apung akan hilang disebabkan dipenuhi air hujan dan nutrisi menjadi terlalu encer.

Cara Membuat Hidroponik Rakit Apung 

Tanaman yang cocok untuk dibudidaya secara hidroponik rakit apung adalah, selada, pakcoy kangkung, cesim, bayam dan jenis sayuran yang lainnya. Media tanam yang digunakan hidroponik sistem ini adalah air yang mengandung mineral yang dibutuhkan tanaman. Larutan tersebut mengandung unsur hara yang terdiri dari unsur makro dan mikro.

Perawatan Hidroponik rakit apung


Sebenarnya cara rakit apung ini mirip dengan hidroponik sistem sumbu, Yang membedakannya adalah pada rakit apung netpot nya tidak dikasih kain sumbu untuk menarik nutrisi cairan ke akar tanaman. 

Sebagai contoh, pada ukuran instalasi yang biasa dipakai berukuran panjang 2,15 meter dengan lebar 1 meter dan tinggi 25 cm biasanya menggunakan bahan bajaringan dengan wadah air bahan terpal, kita menyediakan anggaran sekitar Rp 1.500.000,- untuk merakitnya.

Bahan sterofom yang kita pakai berketebalan sekitar 5 cm dengan ukuran tinggi netpot yang kita pakai 5cm. Dalam setiap satu lembar sterofom saya lubangi sebanyak 9 lubang dan dengan instalasi rakit apung yang berukuran 2,15 x 1 meter membutuhkan 8 lembar sterofom sehingga total lubang untuk netpotnya berjumlah 72 lubang tanam.  Baca juga : Hidroponik sistem NFT

Salah satu kelemahan dari sistem rakit apung ini adalah sterofom atau media/penopangnya yang mudah ditumbuhi lumut apalagi yang kita pilih sterofomnya dengan ketebalan tipis sehingga air bisa meresap. Biasanya untuk media tanam sterofom bisa kita pakai 2 kali sampai 3 kali panen, setelah itu kita ganti yang baru.

Nilai nutrisi PPm yang kita pakai adalah 1200 ppm , dan kita selalu sering memantaunya apabila terjadi penurunan maka harus ditambahi nilai kepekatan nutrisinya. 

Kelebihan Menanam Hidroponik Sistem Rakit Apung

Beberapa kelebihan bercocok tanam secara hidroponik sistem ini adalah biaya yang kita pergunakan sangat ekonomis, perawatannya tidak membutuhkan tenaga yang banyak dan tidak merepotkan, hemat air dan nutrisi karena air ditampung dalam wadah dan bisa kita sirkulasikan ke seluruh tanaman.

kelebihan dan kekurangan rakit apung

Baca juga : Pakcoy yang ditanam secara hidroponik


Kekurangan Sistem Rakit Apung

Memang dalam semua sistem hidroponik selain ada kelebihan pasti ada nilai kekurangannya, namun hal ini sebenarnya bisa kita antisipasi supaya lebih meminimalisir kendala yang ada.  Beberapa kekurangannya adalah :

- Tanaman akan tumbuh dengan baik apabila ditaruh di dalam ruangan

- Akar tanaman lebih rentan membusuk, hal ini disebabkan karena terus tergenang dalam air

- Kadar oksigennya sedikit, sebab ada sebagian akar tanaman yang tidak terendam air.

Untuk anda sebagai pemula sistem ini sangat recomended untuk dipraktekkan, karena mudah praktis dan tentunya tidak memerlukan biaya yang mahal. Yang terpenting anda rajin-rajin melakukan pengamatan dan memantau kadar air nutrisinya pada air bak.  Baca juga : Contoh tanaman yang cocok ditanam secara hidroponik dan cepat panen.

Sewaktu pemanenan kita harus berhati-hati mencabut netpot atau akar tanaman yang menancap pada lubang sterofom, hal ini bertujuan agar sterofom tidak rusak dan bisa kita pakai lagi untuk proses bercocok tanam hidroponik rakit apung yang berikutnya. Kita bersihkan sterofom yang ditumbuhi lumut dahulu apabila ingin memulai menanam lagi.




Pakcoy Hidroponik Menggunakan Sistem Tanam WICK

Cara bercocok tanam sayuran jenis pakcoy menggunakan sistem wick hidroponik dengan instalasi sederhana, tanpa mengurangi kualitas tanaman pakcoy dari serangan hama dan kelayuan. Pada artikel ini saya akan menjelaskan tentang awal mula menyemai biji pakcoy dengan cara tanam hidroponik sampai dengan proses pemanenan. 

Menanam Pakcoy Hidroponik Menggunakan Sistem Wick

Pada praktek yang telah saya lakukan dengan cara sederhana, pakcoy yang saya tanam menggunakan wadah plastik yang tidak tembus dari cahaya matahari. Dengan menerapkan sistem wick hidroponik atau sering disebut dengan sistem sumbu dan media tanam yang saya pakai menggunakan bahan yang disebut dengan "Rockwool".

Pakcoy yang sudah berumur lebih dari satu minggu, sudah uncul beberapa tunas / akan memiliki daun dengan ketinggian yang sudah melebihi dari netpot yang dipakai. Tanaman sayur pakcoy baiknya ditaruh pada tempat yang terkena cahaya matahari secara langsung. Kebutuhan sinar matahari untuk sayuran pakcoy dalam waktu sehari adalah kurang lebih 8 jam. 

Pakcoy hidroponik


Pastikan media tanam atau rockwool selalu dalam kondisi lembab ataupun basah. Nutrisi awal saat pindah tanam yang perlu dibutuhkan antara 700 sampai dengan 800 ppm. Usia tanaman pakcoy setelah menjelang 7 hari dari proses pindah tanam, adalah waktu yang digunakan untuk mengontrol air nutrisi. Air nutrisi yang ada di dalam wadah alangkah baiknya setiap hari harus dilakukan pengadukan minimal 2 kali yaitu pagi dan sore hari. Hal tersebut saya lakukan bertujuan untuk membuat air dalam bak terjadi sirkulasi udara dan meminimalkan adanya jentik-jentik nyamuk. Bersihkan menggunakan saringan kain atau lainnya agar kotoran dan jentik-jentik nyamuk bisa terangkat. 

Baca juga : Sistem Hidroponik NFT

Ketika selesai pengadukan pada waktu 7 hari setelah pemindah tanaman kita tambahkan air dan berikan nutrisi AB mix untuk tanaman sayur pakcoy ini. Sesuaikan dan naikkan kepekatan nutrisi dari air instalasi hidroponik sistem wick ini hingga 1100 ppm. Dan apabila dari pengecekan pada waktu ini terlihat banyak kotoran ataupun jentik-jentik nyamuk yang sangat parah, bisa kita lakukan dengan penggantian air bersih yang baru namun kadar kepekatan tetap disesuaikan seperti yang di atas tadi.

menggunakan sisitem hidroponik pakcoy


Merawat Tanaman Pakcoy Hidroponik

Untuk ketinggian air di wadah instalasi saya atur kurang lebih 1 cm dari dasar netpot. Usia tanaman sayur pakcoy hidroponik ketika berumur 13 hari setelah tanam sudah mulai agak besar daunnya, warnanya sudah sangat hijau dan akarnya sudah muai panjang. Usia tanaman pakcoy menginjak 15 hari setelah tanam sudah terlihat perkembangannya yaitu warna daun terlihat hijau segar dan akarnya berwarna putih bersih. Dengan kondisi tersebut menandakan bahwa tanaman pakcoy kondisinya sangat subur dan sehat. 


Setiap hari sempatkan kita untuk melihat dan mengecek tanaman dan instalasi hidroponik ini terdapat hama atau tidak. Biasanya hama yang menyerang tanaman pakcoy ini ada berjenis lifminer dan kutu yang terdapat pada pangkal daunnya. Selain itu kita harus melihat kepekatan nutrisinya, dan pada usia kurang lebih 15 hari setelah tanam ini saya tetap menggunakan kadar kepekatan berkisar 1100 ppm. 

Cara menanam pakcoy hidroponik


Untuk cara pencegahan hama, teman-teman bisa membuat perangkap lalat buah atau yellow track, hal ini untuk mencegah hama jenis lifminer. Selain itu teman-teman bisa juga menggunakan penyemprotan pestisida nabati seperti rendaman air bawang putih, atau rendaman tembakau. Semprotkan secara tipis atau sedikit saja pada daun atau batangnya. Jika terdapat telur kutu yang ada pada daunnya, teman-teman bisa membersihkannya dengan cara manual seperti disemprot air/diguyur dengan air bersih.


Bersihkan juga air nutrisi selam satu minggu sekali, hal ini dilakukan agar jentik-jentik nyamuk yang berada di dalam air tidak menjadi nyamuk. Untuk hal-hal penting yang lain dalam bercocok tanam sayur pakcoy hidroponik sistem wick anda bisa baca SISTEM HIDROPONIK WICK agar tidak gagal paham.


Pada sayur pakcoy berumur sampai 22 hari setelah tanam, banyak orang yang sering menanyakan kapan sayur pakcoy hidroponik ini pas untuk di panen? Sebenarnya kalu akan dikonsusmsi sendiri usia ini sudah cocok untuk dipanen.

 Agar regulasi kita bercocok tanam sayur pakcoy ini berjalan terus, sebaiknya sebelum seminggu saat kita akan melakukan pemanenan sudah terlebih dahulu melakukan penyemaian bibit pakcoy yang baru pada rockwool, sehingga setelah instalasi hidroponik sistem wick ini selesai panen bisa langsung digunakan lagi bibit semaian yang baru. Hal tersebut akan sangat efektif dirasakan apabila kita bercocok tanam sistem hidroponik dalam sekala industri. Bisa rekomendasikan Bercocok tanam sayur Selada Hidroponik.


Cara pemanenan sangat mudah, kita hanya menarik netpotnya ke atas kemudian kita ambil sayur pakcoy hidroponiknya bersama akar-akarnya. Dan setelah itu kita bersihkan netpot juga wadah air dan nutrinya agar bisa digunakan kembali. 


 

Selada Hidroponik Harga Jual dan Cara Budidaya

Dalam artikel kali ini saya akan menjabarkan bagaimana tips dalam bercocok tanam sayur Selada Hidroponik agar subur dan hasil panen yang berkualitas. Untuk lebih detailnya saya akan menjelaskan dari 4 tahapan dalam bercocok tanam selada ini. Dari pertama yaitu proses penyemaian, yang ke dua penanaman, ketiga pembesaran dan yang ke empat yaitu cara pemanenan.

Selada hidroponik harga jual



Tahapan Bercocok Tanam Selada Hidroponik 


1. Tahap Penyemaian 

Pada tahap pertama ini kita memang harus mempersiapkan alat dan bahan untuk menumbuhkan selada. Alat dan bahan yang akan kita perlukan untuk tahap penyemaian diantaranya adalah :

a. RockWool

b. Gergaji Besi

c. Sprayer

d. Benih Selada

e. Lidi / Tusuk sate

f. Wadah baskom atau nampan

Selada disemai Rockwool hidroponik


Setelah alat dan bahan sudah kita sediakan maka kita berlanjut untuk memotong Rockwool tadi dengan gergaji besi yangsudah kita sediakan dengan ukuran tebal 2-3 cm, setelah itu maka kita bagi lagi rockwol yang tadi sudah kita potong berukuran 2 atau 3 cm ,dibagi menjadi 18 bagian dengan cara kita menggaris bagian pendek menjadi 3 bagian dan bagian yang panjang menjadi 6 bagian.

 Berlanjut irislah garis yang sudah kita buat tadi dengan gergaji sedalam kurang lebih 1 cm saja, yang penting rockwool jangan sampai putus dan terpisah. 

Kita lubangi rockwool dengan kedalaman antara 0,5 cm dengan menggunakan tusuk sate atau lidi yang tadi.

Seteah setiap bagian rocwool sudah kita lubangi dengan lidi, maka kita lanjutkan dengan memasukkan benih selada ke lubang. Dalam setiap satu lubang kita berikan satu biji selada.

Untuk mempermudah kita memasukkan biji ke lubang rockwool kita bisa membasahi lidi dengan air untuk mengambil dan memasukkan benih biji ke lubang rockwool. 

Setelah kita pastikan semua lubang terisi benih maka kita bisa melanjutkan untuk membasahi rockwool dengan spayer yang sudah kita sediakan. Membasahi rocwool ini cukup menggunakan air biasa saja, yang terpenting kondisi rockwool benar-benar basah dan lembab.

Kita letakkan semaian bijik selada ke tempat yang cukup terkena sinar matahari secara langsung. Pada saat tahap ini kita harus sering kontrol kondisi rockwool agar tetap basah dan lembab jangan sampai kekeringan. 

Perkembangan benih selada hidroponik dalam waktu 3 hari setelah penyemaian akan mulai terlihat tunas daun keluar dari rockwool, dan hari ke empat biasanya sudah ada daun kecil selada sebanyak 2 lembar kecil. Se
telah semaian benih sudah berjalan selama sepuluh hari maka, kita bisa berlanjut ke tahap pindah tanam. Baca juga : Hidroponik sistem Wick yang sederhana


2. Tahapan Pindah Tanam Selada Hidroponik

Ketika benih selada sudah berumur 10 hari, maka saat itu layak dilakukan pemindahan atau penanaman ke instalasi hidroponik. Pada umur 10 hari ini benih selada sudah memiliki 3 daun  atau 4 daun. Cara pemindahannnya kita persiapkan dahulu net pot yang sudah kita kasih kain flanel/sumbu dan sistem instalasi hidrponik.

Cara Menananm Selada sistem hidroponik

 Sumbu atau kain flanel ini berfungsi untuk menaikkan air dan nutrisi dari baskom atau intalasi, dan untuk kali ini kebetulan saya menggunakan sistem hidroponik yang sangat sederhana dengan bahan baskom atau bak yang digunakan untuk wadah air dan nutrisi juga menggunakan alat perabot yang berguna untuk wadah/tempat netpot. Air dan nutrisi yang kita gunakan terlebih dahulu kita seting kepekatannya diatara 300 sampai 500 ppm, dan PH air sudah kita ukur menggunakan alat TDS meter sebesar kira-kira mencapai 400 an. Baca juga cara pengaturan PH air untuk hidroponik.

Langakah pertama saat akan kita pindahkan bibit selada yaitu pisahkan bagian-bagian rockwool yang sudah kita bagi dengan gergaji besi pada tahap awal penyemaian tadi dengan cara memotong rockwool dengan pisau cutter.

Kita pilih tanaman selada yang paling baik tumbuhnya, dan berlanjut untuk meletakkan selada rockwool yang sudah terpisah ke dalam netpot sampai menyentuh kain flanelnya dan kita masuukan netpot ke dalam instalasi sistem hidroponiknya. Ulangi langkah tersebut hingga terpenuhi lubang yang ada pada instalasinya. 

Jika semua lubang instalasi sudah terpenuhi dengan netpot maka kita pastikan lagi, kain flanel yang ada pada net pot benar-benar menyentuh air dan nutrisi yang ada di bak.


3. Tahapan Pembesaran Selada 

Pada tahap pembesaran ini kita harus sering melakukan pengecekan bisa dilakukan dalam tempo setiap 1 atau 2 hari untuk melihat kepekatan nutrisi yang ada pada baskom/bak apakah sudah mulai berkurang atau tidak. Dan apabila sudah berkurang maka anda harus segera menambahkan kepekatannya.


Selada ditanam hidroponik


Pada hari ke 17 kita akan lakukan peningkatan kepekatan nutrisi air menjadi 800 ppm, Sedikit tips saja, apabila kondisi air nutrisi sudah kotor, maka alangkah baiknya kita lakukan penggantian yang baru dan lebih bersih. 

Pada hari ke 21 kita juga akan menaikkan lagi kepekatan nutrisi airnya hingga mencapai 1000 ppm. Seperti pada hari ke 17 tadi apabila air dan nutrisi juga sudah terlihat kotor, kita ganti saja dengan air yang baru.

Pada Hari ke 31 kita naikkan lagi kepekatan nutrisi airnya mencapai 1200 ppm. Pada hari ke 30 dan sampai masa panen kita intensifkan pengecekan terhadap air dan nutrisinya karena cepat habis yang disebabkan dari penyerapan tanaman. 

Baca juga : Media tanam Aquaponik 

4. Tahap Pemanenan Selada Sistem Hidroponik


Selada hidroponik yang sudah layak panen, berumur antara 35 sampai 40 hari. Untuk kalian yang untuk dikonsumsi sendiri bisa dilakukan kapanpun sesuai dengan selera anda, yang terpenting jangan sampai selada berumur terlalu tua. Selada yang berumur terlalu tua saat dipanen akan membuat rasanya menjadi pahit. 

Pemanenan dilakukan dengan hati-hati agar netpot dan alat-alat yang lain bisa nanti gunakan lagi. Ambil rockwool dari netpot secara perlahan, apabila kesulitan bisa kita potong dahulu tanaman seladanya sehingga tidak rusak dan mengurangi kualitasnya. Apabila kita jual di pasaran harga tanaman sayur selada ini dipasaran sangat menjanjikan, sehingga layak untuk kita kembangkan secara masal dan industri. 


Media Tanam Aquaponik Kelebiahan dan Kekurangannya

Sistem pertanian dengan aquaponik merupakan cara bercocok tanam menggunakan media tanam kolam ikan. Instalasi atau desainnya pada umumnya kolam ikan berada bawah tanaman yang kita budidaya. Keuntungan dari kita menggunakan mediatanam ini, tentunya akan mendapatkan 2 hasil panen, yaitu perikanan dan pertanian sekaligus dalam satu kegiatan.

Kelebihan Dari Media Tanam Aquaponik 

Pada instalasi kolam, kita bisa budidaya berbagai jenis ikan tergantung minat kita misalnya bisa lele, nila, gurame atau lainnya. Setelah kolam ikan yang sudah terlebih dahulu kita budidaya, maka akan tercipta kotoran ikan yang bisa bermanfaat untuk pemupukan pada tanaman yang kita kembangkan. 

Media Tanam Aquaponik


Pembuatan modul atau instalasi pipa sebagai wadah tanaman yang kita siapkan bisa mirip dengan sistem bercocok tanam hidroponik, yaitu menggunakan pipa paralon. Pipa paralon ini kita taruh atau rakit di atas persis dari kolam ikan yang terlebih dahulu sudah kita siapkan. Lakukan penyuplaian air kolam ikan yang sudah ada kotorannya dengan menggunakan pompa air dengan setingan yang pelan, namun selalu megalir mirip dengan sisitem NFT pada bercocok tanam hidroponik. Baca juga sistem bercocok tanam dengan sistem Wick Hidroponik yang sederhana.

Sirkulasi air kolam ini yang kita pakai ini merupakan sumber nutrisi buat tanaman yang kita budidaya. Nutrsi tersebut berupa kotoran ikan ataupun sisa makanan ikan yang tidak habis. Sistem aquaponik ini bisa dikatakan sebagai sistem bercocok tanam organik yang lebih sehat kalau dikonsusmsi, karena sama sekali tidak menggunakan zat kimia untuk penyuburannya.


Kalau kita lihat sistem perakaran tanaman saat kita ambil contoh net pot kita angkat, bisa kita lihat warna akar tanaman akan berwarna kecoklatan. Warna kecoklatan ini bukan berarti tanaman terserang hama penyakit, namun  akar tadi benar-benar menyerap nutrisi makanan seperti lumpur, kotoran ikan, dan segala macam.


Sebagai contoh kita saat bercocok tanam sayuran seperti selada wangi, bisa kita panen menjelang 30 hari. Apabila kita lihat lebih dekat, sayuran selada wangi ini terlihat sedikit mengalami defisiensi, dan ini sangat wajar terjadi karena kita tidak menggunakan AB mix sama sekali, tapi kita hanya memanfaatkan air kolam sebagai sumber nutrisinya. Tanaman terlihat defisiensi yang berwarna agak kuning pada tanaman ini, namun kondisinya sangat sehat sekali karena sumber nutrisinya murni hanya dari kotoran ikan dan sisa pakan.


Kekurangan Bercocok Tanam Aquaponik

Mungkin kendala bercocok tanam menggunakan media tanam aquaponik adalah kita harus tepat dari memilih pakan ikannya, selanjutnya yaitu kita harus menggunakan banyak sekali sumber pompa untuk mensuplai sumber oksigen di air kolam agar ikan tetap hidup sehat. 

Pada ikan nila,lele, mujair dan lainnya yang kita pakai untuk sumber kotoran sebagai nutrisi tanaman bisa kita panen setelah lebih 3 bulan. Pada waktu pemanenan ikan kita bisa pastikan terlebih dahulu sudah memanen tanaman, karena kalau kita panen ikan namun tanaman yang kita budidaya masih belum siap dipanen, maka tanaman kita akan kesulitan mendapatkan nutrisi dan air.

Kelebiahan dan Kekurangan Aquaponik


Media tanam aquaponik memang dirasa membutuhkan modal yang lebih besar karena kita juga harus menyiapkan modal bibit ikan juga modal pakan ikan. Instalasi pembuatan sisitem ini juga membutuhkan peralatan yang lebih banyak, seperti menggabungkan modal bercocok tanam hidroponik dan juga modal untuk pembuatan kolam ikan. 


Sebenarnya untuk kita bisa sangat menguntungkan bila kita bisa melihat peluang pemasaran dari hasil sayur tanaman aquaponik, karena sisitem ini bisa digolongkan sayuran organik yang memiliki ekonomis tinggi. Apabila pemasaran yang tepat akan mudah bagi kita untuk memperbanyak keuntungan dari penggabungan budidaya ikan dan tanaman sayur-sayuran. Baca juga analisa kelebihan dan kekurangan bercocok tanam dengan hidroponik.


Perawatan dari instalasi media tanam aquaponik kita cukup memastikan aliran air kolam berjalan lancar untuk diserap tanaman. Kelancaran ini tergantung dari pompa-pompa air juga pipa paralon yang masih bagus kondisinya. Setelah itu kita harus mempersiapkan antisipasi apabila seawaktu-waktu terjadinya pemadaman listrik PLN. Pemadaman listrik dengan waktu yang lama bisa berakibat tanaman kita tidak mendapatkan suplai makanan, sehingga banyak potensi membuat tanaman layu atau mungkin mati. 


Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik Untuk Bercocok Tanam

 Kelebihan dan kekurangan hidroponik - Walaupun berbagai sistem baru, metode baru ataupun teknik baru dengan berbagai kelebihannya hidroponik masih ada kekurangannya. Hidroponik sebenarnya digunakan sebagai solusi dan jawaban tentang tantangan zaman akan kekurangan lahan pertanian secara konvensional. Apabila anda ingin memulai bercocok tanam secara hidroponik selain anda mempelajari tentang berbagai kelebihannya, alangkah baiknya juga mempelajari berbagai kekurangannya, agar bisa mengantisipasi masalah yang akan dihadapi dikemudian hari dalam menekuni bercocok tanam secara hidroponik. 

Kelelbihan Aeroponik dan hidroponik


Sebenarnya pengertian dari hidroponik adalah berasal daru bahasa Yunani (Hydro) yang bisa diartikan "air", dan (Ponous) dengan arti "kerja". Dari kedua kata tersebut bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik berarti menggunakan air dicampur dengan nutrisi tanaman, dan juga oksigen untuk pertumbuhannya. Di Negara kita Indonesia, pertama kali hidroponik di kembangkan menggunakan sistem substrat dan berkembang lagi menggunakan sistem NFT atau Nutrient Film Technique, dan berlanjut perkembangan lagi hingga menggunakan sistem aeroponik dengan metode pemberdayaan udara. Baca juga : Cara menanam sayuran hidroponik dari awal sampai panen

Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik

Hidroponik Substrat itu sendiri adalah penggunaan media tanam yang terbuat dari benda padat (bukan dari tanah), namun memiliki kemampuan untuk penyediaan nutrisi, air ataupun oksigen sehingga bisa mendukung terjadinya pertumbuhan akar pada media tersebut seperti layaknya tanaman tumbuh di tanah. Media tanam dari sistem substrat contohnya : kerikil, batu apung, pasir, sekam, spons, cocopeat dan rockwool yang sangat populer dipergunakan. Bahan-bahan tersebut sangat cocok dipergunakan untuk bercocok tanam hidroponik karena memiliki kemampuan untuk, bebas unsur hara,porous, dan menyimpan air sementara dan mempu sebagai penopang tumbuhnya akar. 

Baca juga : - Sistem hidroponik NFT     - Sistem Hidroponik Sumbu (wick)

                   - Sistem hidroponik DFT


Aeroponik dan hidroponik


Aeroponik itu sendiri merupakan bahasa Yunani dari kata "aero" artinya udara dan "ponus" yang artinya daya. Sistem aeroponik bekerja dengan memanfaatkan udara dengan prinsip penyemburan larutan hara yang berupa pengabutan sehingga kabut tersebut mengenai akar tanaman dan menyerapnya. Cara menanamnya biasanya tanaman digantung pada suatu wadah sehingga akarnya juga ikut menggantung.


Kekurangan Bercocok Tanam Hidroponik 

Dari berbagai pengertian di atas dapat sedikit gambaran tentang cara kerja bercocok tanam sistem ini, dan tentunya ada beberapa hal yang bisa memberatkan kita dan bisa juga kita anggap sebagai kekurangannya, misalnya:


1. Membutuhkan modal yang besar terlebih apabila anda akan melakukannya dalam skala yang besar, untuk mempersiakan dan membeli alat dan bahan yang diperlukan.


2.  Peralatan dan perawatannya masih jarang, kita ketahui sendiri di Indonesia hidroponik masih jarang ditemui, tentu saja penyedia alat-alat khusus yang dibutuhkan untuk bercocok tanam hidroponik masih sedikit yang menjualnya. Mungkin kalau anda bertem[at tinggal di kota besar kekurangan ini sudah tidak berarti karena mudah dalam mencari alat dan bahan. 


3. Memerlukan kecermatan yang lebih : Hal ini disebabkan, anda harus betul-betul mengawasi nutrisi yang diberikan sampai taraf kesamaan PH tanaman tersebut


4. Investasinya lumayan mahal diawal, mungkin karena kita harus membeli pipa paralon, baja ringan, dan juga penyediaan sistem indoor yang sangat mahal


5. Pembuatan media tanam hidroponik cukup sulit karena membutuhkan pengalaman atau perangkat yang digunakan masih belum populer dikalangan masyarakat


6. Membutuhkan ketelitian ekstra dalam pengatruran suhu temperatur, ph air dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman hidroponik


7. Membutuhkan ketrampilan dan kreatifitas tersendiri untuk merancang instalasinya. Apabila tidak memiliki ketrampilan bisa saja sedikit-sedikit kita keluarkan biaya untuk pembuatan/perawatan instalasinya sehingga biaya modal awal semakin membengkak.


8. Saat menanam dan merawat tanaman kadar air dan nutrisi kita harus menjaga dengan baik, apabila kurang atau mungkin kelebihan bisa berdampak buruk bagi tanaman



Kelebihan dari Sisitem Bercocok Tanam Hidroponik


Berbagai kelebihan akan sangat dirasakan apabila anda bisa mengantisipasi kelemahan dari bercocok tanam sistem hidoponik diantaranya : 

Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik


A. Tidak memerlukan bidang tanah yang luas, karena hidroponik bisa dilakukan tanpa membutuhkan bidang tanah yang luas untuk memproduksi masal. 

B. Pertumbuhan tanaman bisa lebih pesat, sebab nutrisi yang diperlukan oleh tanaman bisa lebih mudah dan langsung terserap karena berbentuk cairan

C. Lebih efisien dalam penggunaan air, sebab anda tidak perlu melakukan penyiraman yang rutin seperti tanaman di kebun konvensional

D. Tidak membutuhkan banyak tenaga kerja untuk membuat lahan atau mengolah lahan, merawat tanaman, dan memanen tanaman, dan ini sangat efisien. Pada sistem pertanian konvensional kita semua tahu, biaya terbesar yang dikeluarkan adalah pada tenaga kerja.

E. Proses pemanenan hasil bercocok tanam semakin mudah dan lebih cepat

F. Lebih banyak hasil panen yang diperoleh petani atau pembudidaya tanaman, karena lahan terbatas namun bisa menggunakan sistem bersusun dan hasilnya lebih banyak

G. Menghemat ruang dan tempat, karena anda tidak repot-repot membeli lahan yang luas

H. Sayuran atau buah-buahan yang ditanam secara hidroponik dirasa lebih higienis dibandingkan tanaman yang ditanam pada tanah. Karena hidroponik tidak tersentuh tanah jadinya tidak kotor dan lebih kecil peluang terkena hama dan penyakit

I. Tidak tergantung pada cuaca, 

J. Lebih irit dalam penggunaan pupuk. 

K.  Ramah lingkungan, Karena nutrisi atau limbahnya tidak mengalir atau mencemari lingkungan sekitar

L. Dapat ditanam di luar atau di dalam ruangan 

M. Hasil yang diperoleh dengan sistem hidroponik lebih baik kualitasnya dibandingkan tanaman yang ditanam pada tanah karena hidroponik menggunakan takaran nutrisi yang tepat sehingga buah atau daun tanaman yang dihasilkan akan kaya rasa.

Dari Berbagai kelebihan dan kekurangan hidroponik di atas bisa kita bandingkan, dan apabila anda yang tinggal diperkotaan yang minim akan tersedianya lahan pertanian, metode ini sangat tepat anda pergunakan.

Cara Menanam Sayur Hidroponik Sederhana Di Rumah

Cara mudah kita melakukan proses menanam sayur hidroponik yang dikerjakan secara sederhana di rumah menggunakan sistem DFT (deep flow technique). Sebenarnya penggunaan untuk skala rumahan yang sering mengalami pemadaman aliran listrik dari PLN, sangat cocok menggunakan metode hidroponik dft ini. 

Keuntungan dari sistem dft ini yaitu masih tersedianya genangan air di pipa paralon yang masih bisa diserap oleh akar tanaman ketika tidak adanya rotasi aliran air karena pemadaman listrik.Apabila menggunakan sistem lain mungkin ketika terjadi pemadaman listrik, tanaman tidak mendapatkan suplay air dan nutrisi sehingga berkaibat mati dan layu. Pembuatan instalasi dari sistem dft ini juga dirasa lebih sederhana dan mudah. 

Sebagai tips saja kalau anda menggunakan sistem dft, anda hanya perlu menyalakan pompa air kira-kira pada pukul 10:00 sampai pukul 15:00, karena pada waktu tersebut terjadinya penguapan air sangat tinggi. Dengan cara menyalakan pompa yang tidak full 24 jam, kita dapat menghemat pengeluaran listrik. Agar kita lebih mudah dan tidak kelupaan untuk menghidupkan atau mematikan pompa kita juga bisa memasang timer listrik juga. Baca juga : Hidroponik Sistem DFT 


Persiapan Cara Menanam Sayuran Hidroponik


Untuk proses penanam sayur hidroponik kita harus persiapkan beberapa hal, diantaranya: 


- Rock wool, Merupakan media tanam pengganti tanah dan di situ akar sayuran akan tumbuh.

 rock wool ini kita potong kecil-kecil seukuran net pot yang berukuran sebesar 2,5 x 2,5 x 2,5 cm, dan berilah lubang untuk tempat bibit sayuran. Apabila kita kesulitan memasukkan bibit sayuran ke rockwool, bisa menggunakan lidi atau tusuk gigi

Cara Menanam Sayur Hidroponik Sederhana


- Ketika bibit yang sudah kita masukkan pada rock wool tadi sudah mulai tumbuh, maka kita masukkan pada wadah seperti baskom. dan perlu kita ingat jangan sekali-kali kita melakukan pemerasan terhadap rockwool tersebut.


- Siram rockwool dengan teratur setiap hari dipagi dan sore hari atau kita isikan air 3/4 dari tinggi rockwoll agar kondisinya tetap basah


- Semai atau taruh baskom tadi yang berisi bibit sayuran hidroponik pada tempat yang terkena cahaya matahari

Baca juga : Hidroponik sistem sumbu (wick)

- Tunggu antara 4 sampai 7 hari hingga bibit tunas sayuran sudah layak dipindah ke paralon. Pada usia tersebut sayuran sudah memiliki lebih dari dua lembar daun sejati 

Namun setiap jenis tanaman sebenarnya berbeda waktu untuk tumbuhnya daun sejati, misalnnya :

Seledri = 20 hari, sawi 8 sampai 10 hari, kangkung 10 hari dan bayam 7 hari.


Proses Menanam Sayur Pada Instalasi HIdroponik

Dalam proses melakukan pemindahan sayuran dari semaian pada baskom tadi, kita harus berhati-hati agar akar sayuran tidak rusak karena dengan usia yang masih sangat muda ini tentu sangat rapuh.

# Siapkan kain flanel dan kita potong sepanjang dasar paralon. kain flanel ini berguna untuk penyerapan air dan nutrisi dari dasar paralon hingga mengenai rockwool

cara memasang net pot sayur hidroponik


# Masukkan kain flanel pada net pot


# Masukkan bibit yang sudah kita semai tadi ke dalam net pot


# Masukkan net pot yang sudah kita isi dengan bibit ke dalam paralon yang sudah kita lubangi.


# Persiapkan pupuk khusus hidroponik, bisa menggunakan merk "ABmix", dan cara pemakaiannya bisa lihat pada panduan yang ada di kemasannya.


# Siapkan alat pengukur ph air atau PDS meter. Ukur dan pastikan larutan pupuk dalam air sekitar 1200 sampai 1300 ppm dan apabila kurang bisa menambahkan pupuknya lagi.

Baca juga : Hidroponik sistem NFT

# Kemungkinan dari berbagai jenis pupuk hidroponik memiliki nilai ppm yang berbeda-beda, anda harus membaca informasi yang ada di kemasan.


# Periksa semua lubang paralon dengan pds meter, agar memastikan kandungan yang ada pada paralon sama dengan yang ada di bak penampungan


# Untuk proses selanjutnya dan dilakukan rutin setiap hari yaitu melakukan pengecekan rutin kadar pupuk yang ada agar tetap dikisaran 1200 sampai 1300 ppm terutama apabila instalasi terkena air hujan, dapat dipastikan kandungan ppm nya berubah


# Pada waktu setelah 30 hari sayuran yang kita tanam di paralon maka sayuran siap untuk kita panen.

cara meletakkan sayur hidroponik pada paralon


Proses pemanenan sayuran hidroponik harus dengan cara mencabut net potnya secara keseluruhan, tidak dipetik satu persatu. Keuntungan lain dari sistem hidroponik yaitu masa panen tanaman bisa serentak, sehingga apabila kita jual ke tukang sayur bisa dalam jumlah yang besar. Baca juga: kelebihan dan kekurangan bercocok tanam hidroponik

Alat dan instalasi dari cara menanam sayur hidroponik ini seperti paralon, net pot, rockwoll dan lainnya juga bisa gunakan ulang untuk penanaman berikutnya. Sistem hidroponik juga bisa dilakukan pada lahan pekarangan rumah yang terbatas namun hasil bisa tetap maksimal. Selamat mencoba...


Cara Mengatur pH Air Hidroponik dan Nutrisinya

PH dan Nutrisi hidroponik - Mengatur intalasi dalam bercocok tanama secara hidroponik memang harus dilakukan dengan detail dan tidak bisa menganggap remeh masalah peredaran  air dan nutisi pada instalasi yang kita buat. Termasuk juga kita harus memperhatikan PH kandungan air yang akan kita gunakan, karena sangat berpengaruh dengan kesebururan dari tanaman yang kita tanam.

Tips Mengatur PH Air Tanaman Hidroponik

 Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pH air yang digunakan untuk hidroponik. Ketika saat kita akan melarutkan nutrisi hidroponik yang sangat dibutuhkan tanaman, ada satu point yang  perlu kita perhatikan, yaitu pH dari kandungan air yang akan kita pakai sebelum nutrisi hidroponik dicampur. 

Nah, bagi kita yang masih awam pasti menayakan apa itu pH? 

PH adalah derajat keasaman air. Kenapa tingkat keasaman air itu penting? Karena nutrisi hidroponik baru bisa diserap sempurna oleh tanaman jika tingkat keasaman air berada di antara 5.5 sampai 6.5. 

Jika pH berada di bawah 5.5 maka komponen nutrisi seperti Fosfor, Kalium, Sulfur, Kalsium, dan Magnesium tidak dapat terserap dengan baik oleh tanaman. Dan Sebaliknya, jika pH air di atas 6.5, maka nutrisi seperti Kalsium, Nitrogen, Magnesium, dan zat besi juga tidak akan dapat terserap dengan baik oleh tanaman. Jika hal terus terjadi, maka efeknya pertumbuhan tanaman hidroponik kita menjadi terganggu.

 Bagaimana cara kita tahu tingkat keasaman air atau pH yang akan kita gunakan dalam sistem hidroponik?


 Kita akan menggunakan sebuah alat, dan alat ini terjual bebas di online shop dengan harga yang berfariasi. Dibawah ini adalah gambar alat pH meter. 


Cara Mengatur pH Air Hidroponik dan Nutrisinya.
PH meter


Kita akan menggunakan alat tersebut untuk mengukur pH air yang akan kita pakai. Caranya cukup kita celupkan ujung pH meter ini kedalam air yang sudah kita persiapkan sebelumnya dan kita bisa lihat hasilnya dalam digital alat tersebut.

Baca juga : 

Sistem Hidroponik NFT

Sistem Hidroponik DFT

di atas adalah contoh air basa yang akan kita ukur berapa pHnya. Selanjutnya PH meter kita ON-kan dulu. Selanjutnya Kita ukur, Cara pemakaian alat ini kita diamkan dulu karena angka digitalnnya bergerak terus belum bisa kita jadikan acuan. Kita harus bersabar sementara waktu karena biasanya hasil dari alat ini tidak bisa langsung menunjukkan hasil kadar ph nya dan Belum stabil, jadi akan kita diamkan dulu sekitar 30 detik sampai Ph meneter menunjukkan parameter digital sampai mendekati kestabilan. 

Baca juga: Cara menanam sayur hidroponik di rumah instalasi sederhana

Setelah kita lihat ph meter menunjukkan angka yang stabil, Sebagai contoh apabila pH-nya berada di sekitar angka 10. Kita akan melakukan tindakan lanjutan yaitu perlu menurunkan pH-nya menjadi 6.5.


Cara menaikkan atau menurunkan PH

Formula untuk Mengatur pH Air Hidroponik
PH UP & DOWN


 Kita akan menggunakan Formula "pH DOWN" untuk menurunkan pH air ini. Yak, sekarang pH air ini sudah sekitar 6 sampai 6.1, masuk ke dalam range yang dianjurkan yaitu 5.5 sampai 6.5. Jadi air ini sudah bisa dipakai untuk mengencerkan nutrisi hidroponik.

 Nah, demikian juga apabila kita menemui air yang kita akan gunakan ternyata memiliki kandungan PH yang terlalu rendah dibawah rekomendasi yang ada,  yang mana berada di luar range yang diharuskan. Ketika kita coba ukur kira-kira pH-nya berapa, misalnya tertera pH-nya sekitar 2.4.

 Ketika kita menemukan kandungan PH yang terlalu rendah seperti dia atas, maka perlu kita naikkan sampai range 5.5-6.5. Cara Kita menaikkan PH yang rendah yaitu juga menggunakan formula  "pH UP" ini sangat terbukti efektif dalam menaikkan pH suatu air.

Ketika kita coba tuangkan "pH UP" ke dalam bak air yang kita siapkan tadi. Kandungan dari keasaman air tidak akan berubah asal dengan catatan tidak tercampur dengan jenis air lain yang belum kita ukur. Jadi perlu diingat, kalau air nutrisi yang sudah kita ukur ph nya  tercampur misalnya dengan air hujan, maka pH hasil percampuran air tersebut pasti berubah. dan biasanya yang terjasdi PH nya akan turun karena air hujan bersifat asam. 

Baca juga ; Cara membuat sistem hidroponik sumbu (wick)

Dengan kejadian tersebut sangat sering terjadi karena meletakkan instalasi hidroponik di ruangan terbuka dan langsung terkena air hujan, kita perlu sering cek lagi apakah pH-nya masih berada di antara 5.5 sampai 6.5. Kalau tidak sesuai dengan rekomendasi kandungan PHnya, kita harus lakukan penyesuaian lagi dengan larutan "pH UP" dan "pH DOWN". 

Dari uraian artikel di atas memang salah satu tahapan dalam menciptakan tanaman hidroponik agar tumbuh subur sehingga kita memperoleh hasil panen yang maksimal. Sebenarnya masih banyak hal lagi yang juga penting diperhatikan dalam metode bercocok tanam hidroponik yang bisa menunjang keberhasilannya.

Sistem Hidroponik DFT Atau Deep Flow Technique

 Sistem hidroponik  Deep Flow Technique (DFT) merupakan suatu tehnik bercocok tanam yang menggunakan media air dialiri oleh larutan nutrisi secara terus menerus. Media wadah tanaman biasanya menggunakan paralon dan sangat cocok menggunakan atau  menanam jenis sayuran yang proses pertumbuhannya sangat cepat, contohnya : Sawi, Selada dan pakcoy.

Ternyata salah satu jenis teknik bercocok tanam yang satu ini sangat digemari oleh para petani modern, mungkin dikarenakan sistem hidroponik DFT memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan teknik yang lainnya. Bahan pembuatan instalasi bisa menggunakan pipa paralaon pvc. Anda bisa mendapat dan memperolehnya di toko bangunan manapun anda berada. Harga paralon yang relatif terjanggau dapat dipergunakan dalam waktu yang lama sangat menggiurkan memilih sistem dft ini.


Desaian Dft Hidroponik
Deep Flow Technique 


Keunggulan Bercocok Tanam Hidroponik Sistem DFT

Penggunaan pipa paralon juga ternyata memiliki keunggulan yang sangat menguntungkan para petani. Pipa paralon ini memungkinkan masih tersedianya air ketika terjadi pemadaman lisrik yang sering terjadi. Mungkin daerah anda yang selalu sering mengalami pemadaman listrik, teknik hidroponik DFT ini sangat recomended. Dengan masih adanya genangan air pada pipa paralon pvc, maka tanaman kita masih mampu bertahan dan masih mendapatkan nutrisi dari genangan air tersebut. Berbeda dengan sistem hidroponik NFT yang sangat ketergantungan dengan aliran listrik, apabila padam tanaman akan terdampak menjadi layu dan bahkan mati ketika pemadaman terjadi sangat lama, padahal sistem hidroponik NFT merupakan pengerjaan skala industri dan sangat banyak tanamannya. Bayangkan saja berapa banyak kerugian yang akan dialami bila sering terjadi pemadaman listrik dan tanpa persiapkan antisipasinya. Baca juga : Hidroponik sistem NFT cocok untuk skala industri.

DFT kelemahan Sistem Hidroponik
Deep Flow Technique 



Kelemahan Sistem DFT

Tentunya sistem dari bercocok tanama menggunakan teknik DFT tidak selamanya sempurna, teknik ini ternyata juga memiliki beberapa kekuranga. Maka dari itu wajib kita pelajari kekurangan tersebut supaya bisa menemukan solusi masalah saat kedepannya mungkin terjadi. Kekurangang sistem DFT diantaranya adalah :


# Akar tanaman mudah sekali terserang jamur


Dengan kondisi pipa paralon yang selalu tergenang air, apabila terkena sinar matahari secara terus menerus tentu akan membuat suhu dari genangan air tersebut berubah menjadi hangat. Kehangatan suhu hangat pada air yang dipergunakan untuk mengairi tanaman dapat memicu tumbuhnya berbagai jamur penyakit tanaman. Jamur tanaman ini menyerang dan menempel pada akar tanaman, sehingga tanaman kesulitan untuk menyerap larutan nutrisi pada instalasi air tadi. Penempelen jamur pada akar yang berangsur-angsur dalam waktu yang lama beribas terjadinya pembusukan pada akar tanaman. Kalau ini terjadi tentunya kemungkinan kita akan mengalami gagal panen. Sayangnya semua sistem hidroponik memiliki kelemahan yaitu apabila ada terjadinya hama penyakit tanaman, akan sangat cepat menyebar dalam satu instalasi hidroponik dan sangat memerlukan tindakan penanganan yang harus cepat agar tidak merugi terlalu banyak. Baca Juga : Hidroponik sistem wick atau sumbu yang sederhana. 

Kebutuhan nutrisi untuk penyediaan instalasi ini lebih banyak karena kebutuhannya untuk menggenangi pipa paralon yang bisa kita lihat intalasi beringkat banyak, pastinya membtuhkan genangan yang lebih juga.

Sistem Hidroponik DFT Atau Deep Flow Technique
Deep Flow Technique 



Antisipasi :

Cara ampuh yang bisa kita praktekkan untuk menghindari kenaikan suhu air pada instalasi yaitu dengan cara membuat tandon penampungan ait yang terletak di dalam tanah. Penempatan tandon air di dalam tanah sangat efektif mendinginkan suhu air dengan kedinginan yang pas untuk tanaman. Tanpa kita siasati dengan peletakan tandon di tempat yang dingin, dapat dipastikan kehangatan air yang beredar pada hidroponik akan  terjadi terutama pada siang hari. 


Sistem DFT sangat cocok dirasakan oleh para petani untuk membudidayakan tanaman air seperti slada, sawi dan pakcoy. Tanaman tersebut merupakan tanaman air yang mudah untuk dilakukan sistem hidroponik yang terpenting tersedianya air yang berputar pada instalasi dengan pemberian nutrisi tanaman yang cukup. Perawatan instalasi yang sangat mudah dan terjangkau membuat nilai lebih para petani untuk menggunakannya. 



Deep Flow Technique atau DFT Hidroponik 

Kelebihan teknik ini salah satunya yaitu menghemat penggunaan lisrik karena, putaran air tidak perlu dilakukan secara terus menerus. Kita bisa mematikan pompa diwaktu tertentu namun jangan terlalu lama. Pasokan nutrisi dari tanaman masih bisa terjaga sehingga menjaga keberlangsungan hidup tanaman sampai panen.

Yang terpenting kita harus menjaga agar akar tanaman tetap sehat tidak terkena jamur atau perendaman air dan nutrisi yang berlebihan bisa membuat terjadinya kebusukan akar. Teknik yang pas untuk menggenangi paralon bisa kita gunakan ukuran kedalaman antara 2 samai 3 inchi. Kedalaman tersebut tidak membuat pangkal tanaman tergenang terus sehingga memicu kebusukan namun masih bisa kita lakukan pemompaan nutrisi menggunakan pemompa elektrik. Agar lebih bisa menghemat daya listrik, kita bisa membuat desain instalasi secara miring. Mendesaian permukaan miring ini bertujuan agar memanfaatkan gaya grafitsi bumi yang tercipta, sehingga mengurangi beban kerja yang dilakukan oleh mesin pemompa air dan nutrisi tanaman.

 Ternyata jenis tanaman aromatik dengan jenis seperti daun kemangi, cilantro dan tanaman basil, sangat cocok kita tanam menggunakan sistem hidroponik dft ini. 






Hidroponik Sistem NFT (Nutrient Film Technique)

 NFT (Nutrient Film Technique) Hidroponik sistem, merupakan suatu konsep bercocok tanam hidroponik dengan mengalirkan nutrisi ke akar tanaman secara tipis atau film dengan tujuan supaya akar tanaman tersebut menerima nutrisi makanan, air dan juga oksigen secara cukup. Ternyata sistem hidroponik NFT ini sangat cocok sekali dipakai untuk bercocok tanam sayuran dalam skala besar atau industri dibandingkan dengan sistem hidroponik yang lainnya.

Cara kerja Hidroponik Sistem NFT


Penggunaan sistem ini direkomendasikan memilih tanaman sayuran yang memiliki masa panen yang pendek semisal jenis sayuran seperti selada. Pada umumnya desain dan bentuk instalasi yang diterapkan orang-orang untuk sistem ini berbeda-beda, namun konsep dan cara kerjanya tetap sama. Sistemnya yaitu cairan air yang telah dicampuri nutrisi akan dialirkan secara tipis menggunakan alat pemompa secara terus menerus dan disirkulasi. Baca juga : Sistem hidroponik teknik DFT

Dari suplai nutrisi yang secara continue terus menerus akan membuat sayuran tersebut lebih subur dan tentunya akan lebih cepat panen dengan kondisi yang sangat bagus. Disini dari sistem NFT ada beberapa keunggulan yang bisa kita ketahui, diantaranya : 


Keunggulan Hidroponik Sistem NFT 


A. Pertumbuhan pada tanaman dirasa lebih cepat 

Penyebab tumbuhnya tanaman sistem NFT lebih cepat karena, akar tanaman yang ditanamam menggunakan media tanam dan net pot langsung menyentuh pada dasar GULLy sehingga kebutuhan nutrisi, air, oksigen dan kebutuhan lainnya sangat tercukupi secara terus menerus. Penyebab cepatnya tumbuh pada sistem ini adalah media dasar GUlly yang berukuran lebar akan mengakibatkan akar tanaman lebih leluasa untuk menyebar berfungsi menyaring atau menyerap nutrisi secara maksimal.


B. Kemudahan Kita Mengontrol Suplay Kandungan Nutrisi Tanaman

Semua metode tanam hidroponik keberhasilannya terletak pada kandungannutrisi yang diserap oleh tanaman, Instalasi sistem NFT ini memang bertujuan untuk memudahkan dalam melakukan kontrol dan penyuplaian nutrisi tanaman dengan baik. Dengan terserapnya nutrisi yang dibutuhkan tanaman secara maksimal tentunya tanaman akan tumbuh lebih baik, subur dan lebih cepat. Proses kontrol kita dapat dilakukan degan melihat gully atau wadah bak penampungan nutrisi yang diletakkan bawah instalasi. Posisi dibawah instalasi ini tentu sangat memudahkan kita dalam pengontrolan tanpa menyentuh media tanam ataupun tanamannya. 


C. Keseragaman Pertumbuhan Tanaman

Instalasi NFT yang miring dan berfungsi menjaga aliran air dan nutrisi tetap lancar membuat penyerapan nutrisi tersebut di semua tanaman entah yang berada di atas ataupun bawah akan memperoleh nutrisi dengan jumlah yang sama, sehingga pertumbuhannya sangat merata. Dengan pertumbuhan tanaman yang seragam ini bisa menjadi suatu kelebihan lagi yaitu tidak ada tanaman berukuran lebih besar dan dominan yang biasanya mengganggu pada tanaman yang berukuran lebih kecil. Dengan demikian pemanenan dapat kita lakukan secara serentak, cocok untuk dikelola secara industri yang membutuhkan produksi yang banyak dengan kualitas yang merata.


D. Sangat Minim Terjadinya Pengendapan Kotoran

Pada sistem hidroponik yang lain sering sekali terjadi pengendapan nutrisi yang ada pada wadah atau gully karena cairan tersebut hanya ditampung pada wadah tanpa ada pergerakan dengan tempo yang lama. Kalau sistem NFT pergerakan air dan nutrisi akan digerakkan dengan alat pemompa secara continue dan terus menerus membuat residu dan kotoran tidak sempat mengendap pada gully. Nutrisi yang bergerak terus tersebut jadi habis terserap dengan maksimal oleh tanaman.

mekanisme Hidroponik Sistem NFT (Nutrient Film Technique)



 Kelemahan Bercocok Tanam Hidroponik NFT


Kalau kita fikir semua sistem pertanian yang ada pasti akan memiliki kelibhan dan kelemahan, namun sangat beruntung bagi kita kalau sudah mengetahui berbagai kekurangan dari sistem yang kita gunakan, sehingga bisa memikirkan berbagai rencana solusi yang akan diterapkan untuk mengantisipasinya. Berikut beberapa kelemahan dari sistem hidroponik NFT  :


A. Penyebaran Peyakit Tanaman Lebih Cepat

Dibalik dari keuntungan saat menyebarkan nutrisi terhadap tanaman yang sangat cepat dan merata, ternyata sistem ini bisa membuat berbagai penyakit tanaman seperti jamur dan lainnya, bisa menular dengan cepat beredar dan semua tanaman dalam instalasi tersebut akan terpapar. Jadi apabila kita lihat satu tanaman terkena penyakit bersiaplah untuk memberikan obat atau antisipasi yang lain supaya tidak berangsur-ansur sehingga tanaman dalam 1 instalasi menjadi mati semua.

Baca juga : Kelebihan dan kekurangan hidroponik sistem Wick / Sumbu


B. Modal Pembuatan Instalasi Relatif Mahal

Hidroponik Nft membutuhkan penopang dengan tekstur permukaan pada bawahnya harus rata. Padahal harga gully dan pembuatan instalasi NFT ini tergolong sangat sulit didapatkan, dan sistem perangkaian instalasi ini membutuhkan ongkos yang mahal. 


C. Sangat Tergantung Dengan Penyaluran Listrik

Mengetahui sistem ini menggunakan cara penyuplaian nutrisi air dan nutrisi menggunakan alat pemompa elektrik, tentu saja harus ada aliran listrik yang mengalir terus menerus. Ketika terjadinya pemadaman listrik yang tanpa kita pikirkan antisipasinya semua tanaman pada instalasi tersebut akan sangat kekurangan air dan nutrisi karena pompanya mati. Tanaman dalam waktu yang lama tidak memperoleh nutrisi akan mengering, layu dan bahkan mati, padahal kalau kita lakukan sistem ini dengan sekala besar tentunya kerugian yang sangat besar ada di depan mata.

Berbeda hidroponik dengan sistem wick yang tidak membutuhkan aliran llistrik yang tetap bisa menyerap nutrisi melalui sumbu yang terhubung dengan wadahnya. 

Kelebihan dan kelemahan Hidroponik NFT


Demikian metode bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik NFT yang bisa kita ketahui kelebihan dan kekurangannya semoga dapat bermanfaat untuk menjadikan pertimbangan untuk dipergunakan di rumah anda.


Hidroponik Sistem Wick Sederhana Dan Mudah

Pengertian bercocok tanam dengan cara hidroponik sistem wick (sumbu) sederhana merupakan salah satu cara hidroponik yang menggunakan teknik pasif tanpa pergerakan pada bagian media tanam, sistem pengambilan nutrisinya dilakukan dengan menggunakan cara menariknya menggunakan media sumbu bahan kain atau jenis bahan yang lain yang intinya bisa menyerap air dan menyalurkan nutrisi tersebut ke akar tanaman. Bahan yang dipergunakan dalam media tanam sistem wick ini umumnya adalah seperti : cocopeat, batu kerikil kecil, hydroton, perlite, rockwool, vermiculite dan bahkan sekam bakar. 

Hidroponik Sistem Wick Sederhana Dan Mudah



Ternyata bercocok tanam menggunakan hidroponik sistem wick sederhana ini memiliki banyak keuntungan dan beberapa kelemahan, namun dengan kita mengetahui kelebihan dan kekurangan tersebut bisa menjadikan analisa dan mungkin kedepannya bisa memperbaiki atau bahkan mengembangkannya menjadi sistem yang lebih sempurna. Di bawah ini kita akan pelajari bersama dari beberapa kebehian dan kekurangan dari bercocok tanam menggunakan sistem sumbu ini, diantaranya.

Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik Sistem Wick Sederhana


Kekurangan :

- Banyak atau jumlah air yang dibutuhkan oleh tanaman akan sulit kita atur, mungkin dikarenakan dari daya serap bahan sumbu berbeda-beda sehingga daya hantar atau volume yang kita harapkan untuk kebutuhan tanaman tersebut akan sulit dipastikan. Mungkin sebagai solusi ketika kekurangan nutrisi kita bisa menambahkan jumlah sumbu pada media yang akan kita serap. Namun ketika tanaman kelebihan nutrisi bisa kita kurangi sumbu penghantar nutrisinya. Pengaturan jumlah penyaluran nutrinsi ini sangat penting untuk kita perhatikan karena sangat berpengaruh dengan kesuburan tanaman.

- Air dan nutrisi yang kita salurkan tentunya tidak dapat bersirkulasi / memutar kembali lagi pada bak atau wadah penampungan sehingga dirasa akan sedikit boros dan juga membutuhkan perhatian yang lebih untuk mengawasinya. Pengawasan harus sering dilakukan agar air dan nutrisi tetap stabil diterima oleh tanaman jangan sampai sering kehabisan sehingga tanaman layu bahkan mati.


Kelebihan hidroponik sistem wick 

- Lebih hemat energi : Dibandingkan menanam sistem hidroponik media paralon yang harus ada perputaran air, dan putaran tersebut digerakkan dengan alat pompa air tenaga listrik tentunya sistem wick lebih hemat listrik, dan tidak ketergantungan dengan nyala listrik. Media paralon ini kalau diperhitungkan memang meiliki biaya yang lebih dari modal, seperti biaya instalasi listrik, biaya media paralon, dan lain-lain.

- Biaya pembuatan sistem wick tergolong ramah di kantong : Modal pembuatan hidroponik sistem ini biasanya hanya membutuhkan tempat wadah nutrisi misalnya hanya dengan : sterofoam, bak, terpal, ember, dan lainnya dengan ukuran yang relatif kecil tidak memakan tempat. Dan juga wadah media tanam yang bisa kita memakai bahan yang lebih murah didapat  seperti: botol bekas, gelas air mineral, plastik bekas wadah makanan danbahan lainnya. Dari wadah-wadah nutris dan media tanam tersebut juga bisa menggunakan bahan bekas atau alat rumah tangga yang sudah tidak dipakai. Untuk wick (sumbunya) bisa menggunakan kain yang mudah kita peroleh atau bahkan membeli sumbu kompor yang sangat terjangkau. Baca juga ; Teknik hidroponik sistem DFT

- Perawatan yang sangat mudah : Dengan sistem penyaluran sumbu yang secara atomatis tersalurkan kita tidak repot-repot melakukan penyiraman rutin dipagi dan sore atau waktu tertentu. Cara merawatnya hanya sebatas menjaga tanaman aman tidak terserang hama dan penyakit serta hanya memastikan sumbunya bekerja dengan baik dan mengisi ulang wadahnya dengan air dan nutrisi. 

- Tanaman mendapatkan nutrisi yang stabil : Penyerapan nutrisi dan air untuk tanaman yang subur memang harus didapatkan secara stabil dalam jumlah yang tepat. Dengan sistem sumbu ini volum air dan nutrisi bisa tersalurkan sangat teratur tergantung setingan awal kita, tanpa takut pemadaman listrik dan gangguan lain, yang terpenting memantau ketersedian air dan nutrisi stok pada wadah terus ada.

Keunggulan Hidroponik sistem wick



Praktek pengerjaan penanaman hidroponik dengan sistem sumbu (wick)


a. Mempersiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan untuk wadah nutrisin tanaman seperti : 
- Bak
- Ember
- Sterofom
- Terpal
- Dan lain-lain bisa kita sesuaikan dengan alat yang ada di rumah dan bisa kita pakai 

b. Persiapkan wadah media tanam seperti :

- Net pot
- Mineral gelas
- Botol bekas dari air mineral
- Gelas plastik
- Wadah plastik 
- dan lain-lain

c. Sediakan sumbu sebagai penghantar nutris dan air, Bahan yang cocok seperti :

- Sumbu kompor
- Kain nilon
- Ataupun kain flanel

d. Sediakan dahulu media tanam yang akan digunakan seperti :

- Sabut kelapa
- Arang
- Sekam yang sudah dibakar
- Kerikil
- Serbuk kayu
- Kerikil 
- Spons atau bisa disebut rockwool

e. Lubangi wadah untuk media tanam, kalau menggunakan bahan botol bekas dari air mineral, lubangnya kita bisa buat di bagian samping dan bawahnya. Lubang yang kita buat jangan terlalu banyak yang membuat media tanam cepat mengering. Alat yang kita pakai untuk melubangi wadah tersebut apabila terbuat dari bahan plastik bisa menggunakan paku yang kita panaskan kemudian kita colokkan hingga wadah tersebut meleleh dan membuat lubang. Kalau wadah yang kita gunakan dari bahan kayu atau logam bisa gunakan hand bor. Fungsi dari pelubangan wadah media tanam ini yaitu bertujuan sebagai tempat akar.

f. Berikan lah larutan yang digunakan sebagai nutrisi dalam bercocok tanam metode hidroponik. Larutan ini adalah AB Mix yang bisa kita peroleh dengan membelinya pada koprasi atau toko pertanian yang ada di sekitar anda.

g. Pemasangan sumbu harus dilakukan sampai menjangkau posisi bawah wadah nutrisi, sehingga dapat dipastikan sumbu bisa bekerja dengan baik menyalurkan nutrisi hingga benar-benar habis.

h. Pengisan wadah media tanam / botol dengan jenis media tanam yang kita pilih

i. Pengisian air yang digunakan PH  Dan juga PPM dengan kadar yang sesuai


Faktor dan hal penting yang harus kita perhatikan ketika menanam sayuran


Faktor-faktor ini penting dilakukan agar semua proses bercocok tanam dengan metode ini bisa berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal. Hal ini memang kita harus memikirkannya karena bukan hal yang bisa dianggap remeh diantaranya seperti :

- Pengaturan jarak tanaman jangan terlalu pendek yang bisa membuat tanaman menjadi sulit subur

- Memilih jenis tanaman yang memiliki kebutuhan suplai air yang masih bisa tercukupi dengan metode penyaluran nutrisi dan air mengguanakan media sumbu

- Menggunakan bahan dan material yang tahan panas, sebagai contoh kita jangan menggunakan bahan terbuat dari besi, kaleng, seng, alumunium dan lain-lain. 

- Penggunaan wadah bak untuk air larutan nutrisi diusahakan yang tidak tembus oleh cahaya matahari. Cahaya matahari pada bak wadah air akan memicu tumbuhnya berbagai lumut 

- Pengadukan larutan nutrisi dan air harus disiplin dilakukan, biasanya bisa dalam satu hari 1 kali pengadukan. Namun berbeda apabila anda menggunakan alat aerator, kita tidak perlu mengaduknya.

- Rutin melakukan penggantian air, hal ini perlu dilakukan agar menjaga jentik-jentik nyamuk tidak timbul. Penggantian air kita lakukan harus rutin minimal 1 minggu sekali

- Menjaga agar suhu air yang kita gunakan tetap pada kisaran 24 sampai 27 derajat celcius

Alat tes air Hidroponik
Add caption

- Menggunakan air baku dengan kondisi tds dibawah 100, Bisa saja kita gunakan air dengan tds kurang dari 100 misalnya tetesan ac, ataupun air RO. Yang terpenting air kita berikan dengan ppm nya dibawah 100.

 


Post terbaru

Pengganti Rockwool Hidroponik Harga Murah