Hidroponik Rakit Apung Biaya 1,5 Juta an

Artikel kali ini kita akan beljar bersama tentang teknologi bercocok tanam secara hidroponik dengan sistem rakit apung. Pengertiaannya sendiri tentang hidroponik rakit apung adalah salah satu sistem hidroponik yang dikategorikan paling sederhana dibandingkan dengan sistem hidroponik lainnya. 

Platform atau bahan yang biasanya dipergunakan untuk memegang atau tempat tumbuh tanaman adalah terbuat dari sterofoam yang mengapung di atas cairan larutan nutrisi untuk tanaman hidroponik.

Untuk penyuplaian oksigen ke akar tanaman yang dibudidayakan biasnya menggunakan pompa aquarium yang akan dilanjutkan untuk memasukkan cairan tersebut kedalam bak atau wadah dari penampungan nutrisi hidroponik. 

Cara menanam hidroponik rakit apung

Baca juga : Hidroponik Sistem Wick Sederhana

Instalasi pembuatan hidoponik dengan sistem rakit apung ini sangat mudah dibuat yang terpenting kita harus perhatikan, menaruh tanaman hidroponik sebaiknya dilakukan pada tempat yang terkena sinar cahaya matahari intesitas rendah minimal sebanyak 5 jam dalam sehari. Sebagai catatan jangan taruh tanaman dibawah sinar matahari yang terik sehingga berakibat tidak baik pada tanaman. 

 Dan apabila menarunhnya pada out door harus sediakan atap atau genteng agar tidak terkena air hujan, hal ini diperlukan karena air hujan yang masuk pada bak air akan berakibat nilai nutrisi pada instalasi hidroponik rakit apung akan hilang disebabkan dipenuhi air hujan dan nutrisi menjadi terlalu encer.

Cara Membuat Hidroponik Rakit Apung 

Tanaman yang cocok untuk dibudidaya secara hidroponik rakit apung adalah, selada, pakcoy kangkung, cesim, bayam dan jenis sayuran yang lainnya. Media tanam yang digunakan hidroponik sistem ini adalah air yang mengandung mineral yang dibutuhkan tanaman. Larutan tersebut mengandung unsur hara yang terdiri dari unsur makro dan mikro.

Perawatan Hidroponik rakit apung


Sebenarnya cara rakit apung ini mirip dengan hidroponik sistem sumbu, Yang membedakannya adalah pada rakit apung netpot nya tidak dikasih kain sumbu untuk menarik nutrisi cairan ke akar tanaman. 

Sebagai contoh, pada ukuran instalasi yang biasa dipakai berukuran panjang 2,15 meter dengan lebar 1 meter dan tinggi 25 cm biasanya menggunakan bahan bajaringan dengan wadah air bahan terpal, kita menyediakan anggaran sekitar Rp 1.500.000,- untuk merakitnya.

Bahan sterofom yang kita pakai berketebalan sekitar 5 cm dengan ukuran tinggi netpot yang kita pakai 5cm. Dalam setiap satu lembar sterofom saya lubangi sebanyak 9 lubang dan dengan instalasi rakit apung yang berukuran 2,15 x 1 meter membutuhkan 8 lembar sterofom sehingga total lubang untuk netpotnya berjumlah 72 lubang tanam.  Baca juga : Hidroponik sistem NFT

Salah satu kelemahan dari sistem rakit apung ini adalah sterofom atau media/penopangnya yang mudah ditumbuhi lumut apalagi yang kita pilih sterofomnya dengan ketebalan tipis sehingga air bisa meresap. Biasanya untuk media tanam sterofom bisa kita pakai 2 kali sampai 3 kali panen, setelah itu kita ganti yang baru.

Nilai nutrisi PPm yang kita pakai adalah 1200 ppm , dan kita selalu sering memantaunya apabila terjadi penurunan maka harus ditambahi nilai kepekatan nutrisinya. 

Kelebihan Menanam Hidroponik Sistem Rakit Apung

Beberapa kelebihan bercocok tanam secara hidroponik sistem ini adalah biaya yang kita pergunakan sangat ekonomis, perawatannya tidak membutuhkan tenaga yang banyak dan tidak merepotkan, hemat air dan nutrisi karena air ditampung dalam wadah dan bisa kita sirkulasikan ke seluruh tanaman.

kelebihan dan kekurangan rakit apung

Baca juga : Pakcoy yang ditanam secara hidroponik


Kekurangan Sistem Rakit Apung

Memang dalam semua sistem hidroponik selain ada kelebihan pasti ada nilai kekurangannya, namun hal ini sebenarnya bisa kita antisipasi supaya lebih meminimalisir kendala yang ada.  Beberapa kekurangannya adalah :

- Tanaman akan tumbuh dengan baik apabila ditaruh di dalam ruangan

- Akar tanaman lebih rentan membusuk, hal ini disebabkan karena terus tergenang dalam air

- Kadar oksigennya sedikit, sebab ada sebagian akar tanaman yang tidak terendam air.

Untuk anda sebagai pemula sistem ini sangat recomended untuk dipraktekkan, karena mudah praktis dan tentunya tidak memerlukan biaya yang mahal. Yang terpenting anda rajin-rajin melakukan pengamatan dan memantau kadar air nutrisinya pada air bak.  Baca juga : Contoh tanaman yang cocok ditanam secara hidroponik dan cepat panen.

Sewaktu pemanenan kita harus berhati-hati mencabut netpot atau akar tanaman yang menancap pada lubang sterofom, hal ini bertujuan agar sterofom tidak rusak dan bisa kita pakai lagi untuk proses bercocok tanam hidroponik rakit apung yang berikutnya. Kita bersihkan sterofom yang ditumbuhi lumut dahulu apabila ingin memulai menanam lagi.




Post terbaru

Pengganti Rockwool Hidroponik Harga Murah