Sistem Hidroponik DFT Atau Deep Flow Technique

 Sistem hidroponik  Deep Flow Technique (DFT) merupakan suatu tehnik bercocok tanam yang menggunakan media air dialiri oleh larutan nutrisi secara terus menerus. Media wadah tanaman biasanya menggunakan paralon dan sangat cocok menggunakan atau  menanam jenis sayuran yang proses pertumbuhannya sangat cepat, contohnya : Sawi, Selada dan pakcoy.

Ternyata salah satu jenis teknik bercocok tanam yang satu ini sangat digemari oleh para petani modern, mungkin dikarenakan sistem hidroponik DFT memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan teknik yang lainnya. Bahan pembuatan instalasi bisa menggunakan pipa paralaon pvc. Anda bisa mendapat dan memperolehnya di toko bangunan manapun anda berada. Harga paralon yang relatif terjanggau dapat dipergunakan dalam waktu yang lama sangat menggiurkan memilih sistem dft ini.


Desaian Dft Hidroponik
Deep Flow Technique 


Keunggulan Bercocok Tanam Hidroponik Sistem DFT

Penggunaan pipa paralon juga ternyata memiliki keunggulan yang sangat menguntungkan para petani. Pipa paralon ini memungkinkan masih tersedianya air ketika terjadi pemadaman lisrik yang sering terjadi. Mungkin daerah anda yang selalu sering mengalami pemadaman listrik, teknik hidroponik DFT ini sangat recomended. Dengan masih adanya genangan air pada pipa paralon pvc, maka tanaman kita masih mampu bertahan dan masih mendapatkan nutrisi dari genangan air tersebut. Berbeda dengan sistem hidroponik NFT yang sangat ketergantungan dengan aliran listrik, apabila padam tanaman akan terdampak menjadi layu dan bahkan mati ketika pemadaman terjadi sangat lama, padahal sistem hidroponik NFT merupakan pengerjaan skala industri dan sangat banyak tanamannya. Bayangkan saja berapa banyak kerugian yang akan dialami bila sering terjadi pemadaman listrik dan tanpa persiapkan antisipasinya. Baca juga : Hidroponik sistem NFT cocok untuk skala industri.

DFT kelemahan Sistem Hidroponik
Deep Flow Technique 



Kelemahan Sistem DFT

Tentunya sistem dari bercocok tanama menggunakan teknik DFT tidak selamanya sempurna, teknik ini ternyata juga memiliki beberapa kekuranga. Maka dari itu wajib kita pelajari kekurangan tersebut supaya bisa menemukan solusi masalah saat kedepannya mungkin terjadi. Kekurangang sistem DFT diantaranya adalah :


# Akar tanaman mudah sekali terserang jamur


Dengan kondisi pipa paralon yang selalu tergenang air, apabila terkena sinar matahari secara terus menerus tentu akan membuat suhu dari genangan air tersebut berubah menjadi hangat. Kehangatan suhu hangat pada air yang dipergunakan untuk mengairi tanaman dapat memicu tumbuhnya berbagai jamur penyakit tanaman. Jamur tanaman ini menyerang dan menempel pada akar tanaman, sehingga tanaman kesulitan untuk menyerap larutan nutrisi pada instalasi air tadi. Penempelen jamur pada akar yang berangsur-angsur dalam waktu yang lama beribas terjadinya pembusukan pada akar tanaman. Kalau ini terjadi tentunya kemungkinan kita akan mengalami gagal panen. Sayangnya semua sistem hidroponik memiliki kelemahan yaitu apabila ada terjadinya hama penyakit tanaman, akan sangat cepat menyebar dalam satu instalasi hidroponik dan sangat memerlukan tindakan penanganan yang harus cepat agar tidak merugi terlalu banyak. Baca Juga : Hidroponik sistem wick atau sumbu yang sederhana. 

Kebutuhan nutrisi untuk penyediaan instalasi ini lebih banyak karena kebutuhannya untuk menggenangi pipa paralon yang bisa kita lihat intalasi beringkat banyak, pastinya membtuhkan genangan yang lebih juga.

Sistem Hidroponik DFT Atau Deep Flow Technique
Deep Flow Technique 



Antisipasi :

Cara ampuh yang bisa kita praktekkan untuk menghindari kenaikan suhu air pada instalasi yaitu dengan cara membuat tandon penampungan ait yang terletak di dalam tanah. Penempatan tandon air di dalam tanah sangat efektif mendinginkan suhu air dengan kedinginan yang pas untuk tanaman. Tanpa kita siasati dengan peletakan tandon di tempat yang dingin, dapat dipastikan kehangatan air yang beredar pada hidroponik akan  terjadi terutama pada siang hari. 


Sistem DFT sangat cocok dirasakan oleh para petani untuk membudidayakan tanaman air seperti slada, sawi dan pakcoy. Tanaman tersebut merupakan tanaman air yang mudah untuk dilakukan sistem hidroponik yang terpenting tersedianya air yang berputar pada instalasi dengan pemberian nutrisi tanaman yang cukup. Perawatan instalasi yang sangat mudah dan terjangkau membuat nilai lebih para petani untuk menggunakannya. 



Deep Flow Technique atau DFT Hidroponik 

Kelebihan teknik ini salah satunya yaitu menghemat penggunaan lisrik karena, putaran air tidak perlu dilakukan secara terus menerus. Kita bisa mematikan pompa diwaktu tertentu namun jangan terlalu lama. Pasokan nutrisi dari tanaman masih bisa terjaga sehingga menjaga keberlangsungan hidup tanaman sampai panen.

Yang terpenting kita harus menjaga agar akar tanaman tetap sehat tidak terkena jamur atau perendaman air dan nutrisi yang berlebihan bisa membuat terjadinya kebusukan akar. Teknik yang pas untuk menggenangi paralon bisa kita gunakan ukuran kedalaman antara 2 samai 3 inchi. Kedalaman tersebut tidak membuat pangkal tanaman tergenang terus sehingga memicu kebusukan namun masih bisa kita lakukan pemompaan nutrisi menggunakan pemompa elektrik. Agar lebih bisa menghemat daya listrik, kita bisa membuat desain instalasi secara miring. Mendesaian permukaan miring ini bertujuan agar memanfaatkan gaya grafitsi bumi yang tercipta, sehingga mengurangi beban kerja yang dilakukan oleh mesin pemompa air dan nutrisi tanaman.

 Ternyata jenis tanaman aromatik dengan jenis seperti daun kemangi, cilantro dan tanaman basil, sangat cocok kita tanam menggunakan sistem hidroponik dft ini. 






Post terbaru

Contoh Tanaman Hidroponik Yang Cepat Panen