Mulut kucing bau dan tidak mau makan

Mulut kucing bau dan berlliur - Halo sahabat pecinta kucing perlu kita ketahui ketika kucing menginjak usia 4 tahunan, kucing sering mengalami masalah pada rongga mulut. Salah satu masalah pada rongga mulut pada kucing yaitu dinamakan dengan PERIODONTITIS. Periodontitis ini adalah munculnya kerusakan / infeksi / gangguan di gigi kucing. Kondisi tersebut menjadikan mulut berliur, berbau  dan kucing mengalami kehilangan selera dan tidak mau makan.

Mulut kucing bau berlliur dan tidak mau makan


Penyebab Mulut Kucing Bau Dan Berliur 


Gangguan pada gigi ini bisa berdampak pada kerusakan infeksi dan radang pada gusi,  penyebab terbanyak gangguan ini adalah karena munculnya plak / karang gigi. Munculnya Plak pada kucing ini disebabkan karena usia kucing diatas 3 tahun, terlalu banyak pemberian pakan dengan jenis wet food dan raw food, alergi dan lain-lain. Makanan basah ini tidak membutuhkan banyak kunyahan dari kucing, namun mudah menempel pada gigi juga menyisa di bagian mulut, sehingga mulut kucing menimbulkan bau yang tidak sedap.

Baca juga : Lacto B untuk kucing yang menderita diare

Sebaiknya untuk sahabat pecinta kucing harus rajin-rajin menjaga pola hidup dan kebersihan gigi kucing. Dari penyakit gigi pada kucing ini bisa menyebabkan bau mulut yang menyengat dari kucing. Jika kucing sehat dengan gigi kuat juga terawat akan memperpanjang umur gigi tersebut.

Secara pengalaman pada usia kucing menginjak usia 3 sampai 6 tahun mulai kita temukan berbagai masalah gigi pada kucing, diantaranya plak, keropos dan korosif ini akan berdampak menyebabkan gangguan pada gusi,radang, kebusukan dan bahkan hingga timbulnya nanah. Nah apabila hal ini dibiarkan begitu saja hingga terjadi infeksi sekunder oleh bakteri semakin parah, di situ akan ditumpangi juga oleh jamur dan membuat penyakitnya semakin berat.

Penyebab bau Mulut pada kucing dan berlliur


Apabila sudah mengetahui bahwa gigi kucing kita terdapat plak, bisa kita bersihkan di tempat praktek dokter hewan.  Oleh dokter hewan penanganan plak gigi kucing ini dilakukan menggunakan alat Ultrasonic Dental Scaling. Pembersihan dengan alat ini harus di iringi menggunakan air, yang berguna untuk mendinginkan alat dan gigi yang mengalami getaran sangat tinggi saat membersihkan dan memecah plak gigi tanpa trauma. Kelebihan menggunakan alat ultrasonic dental scalling ini yaitu meminimallisir trauma yang dialami kucing dibandingkan menggunakan alat manual pembersih plak.

Shampo kucing tebaik untuk kucing

Perawatan gigi pada kucing memang sudah mulai lazim di Indonesia, jadi beberapa klinik hewan sudah banyak juga yang menyediakan pelayanan perawatan gigi dan gusi pada kucing. Untuk SOP pelayanan dan pengobatan gigi kucing sebelum dilakukan tindakan, biasanya dokter akan membuat kucing berpuasa selama kurang lebih 12 jam. Dengan posisi lambung yang sudah kosong atau puasa, berlanjut kucing diiberikan suntikan injeksi anastesi. Setelah kucing tenang , dan tertidur maka dokter hewan akan melakukan tindakan scalling dan pemeriksaan juga pembersihan gigi kucing.

Proses scalling ini biasanya dilakukan selama sekitar 20 menitan, setelah itu dokter akan menyarankan kepada owner kucing untuk dilakukan tindakan apa yang harus diambil oleh owner, berkaitan dengan tingkat keparahan dan kondisi dari masing-masing pasien. Jika kondisinya sampai membusuk maka dokter akan memberikan injeksi antibiotik, anti radang dan pemberian resep.

Baca juga : Penyakit Scabies yang diderita kucing

Dan saran yang sering diberikan oleh dokter hewan biasanya melarang pemberian pakan jenis wet food terlebih dahulu. Karena wet food, berlemak atau berdaging itu adalah penyebab awal timbulnya plak pada gigi.

Kalau recomendasi dari saya selain pergi ke dokter hewan, yaitu saya berikan Dental Cat Spray Mouth, fungsinya untuk penghilang bau mulut kucing, menghilangkan sisa-sisa makanan yang sering menempel pada gigi, mencegah gingiritis, bisa memutihkan gigi kucing. Produk tersebut terjual bebas di petshop ataupun lapak online.


Penyebab bau mulut pada kucing yang lain adalah penyakit ginjal yang di derita si kucing. Gangguan ginjal ini bisa membuat keluarnya amonia dan urea.  Hal tersebut kemudian akan masuk ke pembuluh darah kucing, sehingga menyebabkan bau mulut yang menyengat. Penyakit ini bisa membahayakan si kucing dan bisa berlangsung lama jika dibiarkan tanpa ada penanganan berlanjut, yang paling vatal yaitu terjadinya kematian pada kucing. Selanjutnya bau mulut kucing yang disebabkan oleh penyakit diabetes dan gangguan hati.







Post terbaru

Contoh Tanaman Hidroponik Yang Cepat Panen