Kegagalan Ternak Kroto Dan Faktornya

Kegagalan ternak kroto - Budidaya kroto merupakan salah satu usaha sampingan yang tidak bisa dianggap remeh penghasilannya. Dari segi permintaan kroto  di pasaran sebagai pakan burung sangatlah tinggi dan tidak diimbangi oleh penghasil kroto secara seimbang untuk pemenuhan permintaan pasar, hal ini membuat order kroto laris manis dengan harga stabil dan cenderung mengalami peningkatan omset.

Kegagalan Ternak Kroto Dan Faktornya


Baca Juga : Cara ternak kroto yang mudah

Namun tidak sedikit para pemula yang memberanikan diri memulai ternak kroto banyak yang mengalami kegagalan yang kalau cerita dari mereka yang telah mengalami kegagalan , karena dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya kesabaran, minim pengetahuan, dan mudah menyerah. Sebenarnya dalam setiap usaha yang akan kita jalani dalam bentuk apapun atau ternak apapun pasti akan mengalami titik dimana terjadinya kesulitan, hambatan, dan bahkan kegagalan. Nah kalau sudah mengalami fase titik tadi yang saya sebutkan, tergantung kita akan menangapinya seperti apa,  apakan akan menganalisa dan bangkit lagi atau bahkan berhenti pindah haluan mencari bisnis usaha atau budidaya jenis lain ? Padahal kalaupun pindah haluan budidaya usaha, pasti juga akan mengalami fase titik-titik kesulitan tadi.

Dari itu maka, kalau kita sudah berniat mendalami ternak kroto maka sebaiknya tetap fight berjuang mengembangkannya, karena jelas potensi penghasilan dan omset besar yang sudah kita analisa tadi di atas sangatlah menggiurkan. Kita harus semangat karena ternak kroto yang akan kita jalani ini tidak mengharuskan mempunyai modal yang besar dan tenaga yang besar pula. Kita hanya memerlukan ketlatenan, pengetahuan dan kemauan yang keras.

Baca Juga  ; Manfaat kroto untuk pakan burung murai batu

Dari pengalaman saya banyak peternak kroto pemula yang sering mengalami kegagalan karena sering mengabaikan beberapa hal, sehingga mereka mengalami gagal panen, ataupun panenan nya menurun drastis. Di bawah merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi kegagalan budidaya kroto yang bisa kita jadikan analisa .

Faktor Penyebab Kegagalan Ternak Kroto 


A. Pencampuran Antara Koloni Baru Dan Lama


Ketika kita memulai usaha ternak kroto yang sudah berjalan , sudah memiliki hasil dan produksi secara lancar maka secara otomatis akan menginginkan pengembangan budidaya kroto tersebut yang lebih besar. Pada keinginan pengembangan ini kita harus memperhatikan antara pembuatan koloni baru dan koloni lama yang harus dipisah, bisa dengan cara kita buat rak susunan antar koloni. Jangan tergesa-gesa dan langsung mencampur bibit koloni baru ke rak tempat koloni semut rang-rang yang lama. Kenapa demikian ?




Pastinya kita tau naluri hewan dengan sistem koloni sering kali terjadi peperangan perebutan wilayah antara koloni lama penghuni asli dengan koloni pendatang baru. Sehingga kalau kita biarkan secara terus menerus banyak sekali kita temukan semut rang-rang antara koloni baru dan yang lama mati sia-sia akhirnya kroto yang dihasilkan menurun tajam.



Untuk menghindari hal tersebut diatas maka kita bisa menerapkan pemisahan antara bibit koloni rang-rang baru dengan cara membuar rak tempat koloni baru di sebelahnya. Jangan sampai lupa pemberian batasan di kedua rak tersebut dengan cara kaki-kaki rak diberikan/dimasukkan botol atau wadah apapun yang digenangi dengan cairan oli sehingga semut rangrang tidak bisa kabur atau menyebrang antara rak lama dan baru.


B. Lokasi Ternak Yang Tidak Sesuai


Semut rang-rang pada habitat aslinya yang memang di alam bebas terbiasa terkena angin, air hujan dan cahaya terik panas matahari. Namun ketika di dalam sarang semut rangrang ternyata kalau kita amati sangatlah gelap, teduh tidak bocor dengan air serta angin. Sehingga kita bisa meniru nya masalah penempatan kandang ternaka kroto yang baik sebaiknya di dalam ruangan yang teduh dari air hujan, angin dan panasnya terik matahari. Kalau kita abaikan dan memaksakan penempatan kandang rak semut rang-rang di ruang terbuka padahal metode kandang kita menggunakan media paralon ataupun toples yang berlubang dan tembus cahaya matahari akan berakibat semut rang-rang mati kepanasan, dan bahkan habis tersapu angin dan air hujan. Penempatan kandang dalam ruangan juga harus dipastikan atapnya tidak bocor dan aman dari cahaya matahari yang berlebihan.

C. Menempelkan Rak Semut Rang-rang/Kroto Menempel Dinding


Pada poin ini sering kita lupa bahwa semut rang-rang bisa merayap dengan media kecil apapun. Seperti kalau kita menempelkan rak semut rang-rang dengan dinding akan mebuat semutnya bisa kabur dan habis semua koloninya. Bukan hanya menempel dinding saja , rak yang ditempeli berbagai benda seperti kayu, bahkan benang sekalipun yang terhubung dengan tempat lain bisa membuat habis koloni rang-rang yang kita bdidaya. Sering-seringlah mengontrol rak tempat berkembangnya kroto jauh dan tidak menempel media lain yang membuat semut kabur.


D. Penempatan Kandang / Rak Di Tempat Keramaian


Banyak para peternak yang mengamati ketika rak semut rang-rang ditempatkan pada lokasi yang terlalu ramai dan banyak aktifitas manusia, sering terjadinya kegagalan dan membudidayanya. Biasanya semut rang-rang yang ditempatkan pada lokasi yang sangat ramai membuat rang-rang menjadi stress dan sering menjatuhkan diri bahkan saling berkelahi diantara mereka. Hal tersebut terjadi dikarenakan rang-rang kalau melihat aktivitas manusia menganggap suatu ancaman dan tidak nyaman. Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya okasi kandang/ rak di tempat sepi/ tenang dan aktivitas orang yang masuk adalah orang yang sama tidak orang lain, sehingga kestressan rang-rang dapat dikurangi dan produksi krotonya akan berjalan maksimal.

E. Kegagalan Disebabkan Ternak Kroto Tanpa Ratu 


Pada berbagai tutorial sering kita melihat dan mendengarkan ternak kroto kok tidka menggunakan ratu ? ? ?
Kalau saya tidak akan merekomendasikan metode tersebut karena tentu saja kalaupun bisa pasti akan mengalami berbagai kesulitan dan ke ribetan sehingga potensi kegagalan ternak kroto. \

Sebagai pengetahuan saja kehidupan koloni semut rang-rang terbagi menjadi 4 kasta, dan kasta-kasta tersebut sudah memeiliki peranan penting masing-masing untuk mengembangkan populasinya. Kasta semut rang-rang tersebut diantaranya :

1. Semut rang-rang Ratu : Tugasnya dalam koloni yaitu bertelur dan menghasilkan kroto

2. Rang-rang pejantan : Mengawini semut rang-rang ratu dan terjadi pembuahan

3. Semut rang-rang prajurit : Bertugas dan berfungsi sebagai pelindung koloni dari berbagai ancaman seperti hewan predator

4. Semut rang-rang perawat : yang sebenarnya betina mandul dan memiliki tugas fungsi bertanggung jawab menjaga telur semut ratu (kroto)

Dari sedikit pengetahuan tentang kasta semut rang-rang di atas dapat kita simpulkan bahwa kemungkinan beternak/ budidaya kroto tanpa ratu dirasa tidak mungkin, karena kroto tersebut bisa ada karena diproduksi oleh ratu. Maka dari itu kita sebagai pemula jangan tergiur dengan metode yang sulit dan sedikit nilai positifnya apabila ternak kroto tanpa ratu.

F. Penambahan Media Kosong Untuk Sarang Baru Terburu-buru

Seperti umumnya orang yang memulai usaha yang menginginkan hasil banyak dalam proses waktu yang cepat, sama kalau kita ternak kroto pemula yang menginginkan cepat produksi banyak dalam tempo singkat, dengan cara menambahkan media/ wadah kosong baru secara cepat yang dalam angannya supaya semut bisa cepat berkembang pesat. Padahal cara tersebut adalah salah besar, dan pabila dilakukan terus menerus berakibat semut rang-rang akan berpindah-pindah dan tidak fokus untuk berkembang biak menghasilkan kroto. Padahal media yang lama/ paralon / toples masih belum penuh. Kemungkinan terbesar ketika kita terburu-buru menambahkan media tadi yaitu kegagalan ternak kroto dan apabila berhasilpun akan membutuhkan waktu yang sangat lama.

Untuk dijadikan solusi, sebaiknya kita menambahkan media toples/paralon baru menunggu paralon /toples yang lama sudah benar-benar terisi penuh. Sehingga focus rang-rang untuk produksi kroto dapat terjaga. Kalaupun mau menambah toples baru haruslah bertahap jangan banyak dalam waktu sekaligus.

G. Pemanenan Kroto Yang Terlalu Dini

Apabila kita sudah memiliki sarang kroto sepuluh paralon/toples dan terisi penuh sebainya jangan langsung kita panen, kita bisa menunggu hingga jumlanya 100 toples/paralon sehingga populasinya dapat terjaga dan pemanenan juga hasilnya lumayan dalam sekali panen.
Pada jumlah toples yang masih sedikit supaya dibiarkan saja sehingga rangrang berkembang pesat membuat sarang di media baru dan membuat koloni baru, sehingga pemanenan dapat dilakukan bergantian. Pemanenan ini bisa kita lakukan kalau misalnya 100 toples tadi sudah terisi penuh, maka kita bisa panen yang 10 toples terlebih dulu dan bergantian untuk 10 toples berikutnya.



Cara memanennya pun harus menyisakan 10% dari koloni dalam 1 botol/paralon/toples sehingga semut rang-rang tidak mengalami stres dan mau produksi kroto lagi di tempat yang sama.

Kesimpulan yang bisa kita dapatkan dalam ternak kroto yaitu sebenarnya tidak semudah saat kita membaca artikel tutorialnya dalam ternak budidaya kroto ataupun mendengarkan omongan orang saja, akan tetapi kita harus memiliki pengetahuan mendasar bahkan berkelanjutan tentang ternak kroto, dan kesabaran mau terus mencoba menganalisa berbagai permasalahan yang dihadapi dan bisa menemukan solusi pemecahannya untuk berkembang.
Dari berbagai faktor kegagalan ternak kroto di atas semoga bisa sebagai informasi pendukung untuk anda untuk menganalisa ternak kroto yang sedang/akan anda jalani.





Post terbaru

Pengganti Rockwool Hidroponik Harga Murah