Tips Memelihara Kelinci Himalayan

Kelinci jenis Himalayan merupakan salah satu jenis kelinci yang populer dikalangan penggemarnya. Banyak orang yang berasumsi bahwa kelinci ini berasal asli dari pegunungan Himalaya karena menganggap nama kelinci tersebut merupakan asal muasal ditemukannya. Namun secara penelitian belum menemukan bukti bahwa memang kelinci tersebut memang asli dari pegunungan Himalaya, malahan di negara lain banyak yang menyebut jenis kelinci ini dengan sebutan Kelinci Cina, ataupun Kelinci Rusia.
Baca juga : Cara merawat kelinci Anggora




Gambar kelinci Jenis himalayan


Pada pembahasan kali ini kita tentunya tidak mengupas asal usul kelinci Himalayan , namun apasih kelebihan dan daya tarik dari kelinci himalayan yang sangat populer itu? dan bagaimana cara merawat kelinci tersebut bisa tumbuh sehat dan berkualitas bagus?

Bagi anda yang ingin memeliharanya tentunya tidak sulit mendapatkan jenis kelinci ini, karena mudah ditemukan dijual di berbagai pasar hewan di Indonesia, harganyapun tergolong relatif lebih murah. Banyak orang membeli kelinci jenis himalayan sebagai ternak ataupun dipergunakan sebagai penghias taman rumah yang memberikan kesan lebih cantik.

Kelinci jenis ini memeiliki beberapa kelebihan yang sangat menarik perhatian penggemarnya, diantaranya kelebihan itu terletak pada bulu kelinci yang nampak lembut seperti salju berwarna putih bersih, dengan kombinasi warna polkadot di sekitar daerah hidung membuat kelinci ini nampak lucu menggemaskan.

ternak kelinci jenis himalayan


Kelebihan Dan Kekurangan Kelinci Himalayan


Kalau kita amati dengan teliti, kelinci jenis Himalayan memang merupakan salah satu jenis kelinci yang nilai produktifitasnya sangat rendah, dalam sekali masa berkembangbiak hanya mampu melahirkan 3 sampai dengan 6 ekor anakan saja. Dibandingkan dengan jenis kelinci lain yang dalam sekali melahirkan mampu menghasilkan 8 anakan sekaligus tentunya membuat perbandingan yang sangat jauh apabila kita memelihara keinci ini dengan tujuan beternak.

Baca juga : Jenis kelinci terbaik untuk pedaging

Namun dilihat dari sisi lain selain dari produktifitasnya yang rendah, kelinci jenis Himalayan sangat banyak pencarinya karena keindahanya dilihat dari postur tubuh yang gembil juga warna unik pulkadot hitam yang menggemaskan, sehingga apabila anda beternak jenis kelinci ini tidak kesulitan
untuk menjualnya.

Kelinci himalayan mini


Tips Memelihara Kelinci Berjenis Himalayan


Bagi penggemar yang sudah berpengalaman tentunya sudah tidak mengalami kesulitan dalam merawat kelinci ini, caranya hampir sama dengan merawat berbagai jenis kelinci yang lain, yaitu :

1. Merawat Bulu

Perawatan bulu kelinci himalayan memang tidak sesusah merawat bulu kucing atau hewan lain, yang membutuhkan ketelatenan dan bahkan biaya yang mahal. Bulu kelinci himalayan hanya memerlukan penyisiran dalam waktu sebulan 2 kali atau bahkan hanya 1 kali saja, karena kalau kita terlalu sering menyisir bulu kelinci akan membuat mudah rontok, dan apabila menjaga kebersihan bulu-bulunya kita bisa antisipasi dengan membersihkan kandang dari kondisi becek atau kotor.

Baca juga: Bibit kelici yang unggul

2. Pemberian Pakan 

Pemberian pakan berkualitas ini sangat mendukung berkembangnya kelinci dengan kondisi sehat dan tidak mudah mati. Semua jenis kelinci merupakan hewan yang tergolong mudah stress sehingga kita jangan memberikan pakan asal-asalan dan tidak tepat waktu, kondisi stress pada kelinci bisa merusak metabolisme tubuhnya sehingga membuat kelinci mudah mati. Pakan yang disukai kelinci bisa menekan kondisi stress kelinci bisa dikurangi, misalnya pemberian wortel, foor , dan sayur-sayuran dengan kondisi yang sudah layu. Kondisi layu pada pakan jenis rumput atau sayuran mengurangi potensi penyakit mencret.

3. Pembersihan Kandang

Pembersihan kandang ini juga merupakan faktor pertumbuhan kelinci yang baik dan sehat, diantranya mengurangi penyakit kulit seperti gudikan dan lainnya. Kandang yang bersih bisa membuat bulu kelinci ini tetap lembut dan halus tidak nggembel. Untuk memudahkan anda dallam membersihkan kandang bisa mendesain kandang dengan memberikan tampungan kotoran atau saluran pembuangan air, sehingga kandang dalam kondisi tetap kering dan sehat.

Dari sekian banyak pemelihara atau peternak kelinci banyak mengalami kegagalan pada kematian kelinci mendadak, hal ini biasanya disebabkan beberapa faktor diantaranya seperti kedinginan, pakan yang basah membuat kelinci mencret, faktor hewan predator seperti tikus werok yang sering memangsa anakan kelinci dan membuat kondisi kelinci stress. Supaya hal tersebut teratasi anda harus menyiapkan beberapa antisipasinya terlebih jenis kelinci himalayan.

Post terbaru

Media Tanam Aquaponik Kelebiahan dan Kekurangannya