Las Alumunium Argon Yang Bagus Dan Kuat

Las alumunium argon yang bagus - Pada masa saat ini teknologi las sangat berkembang dengan pesat dengan kualitas yang sangat bagus bermaca- macam fariasi . Secara umum sering kita mendengar di kawasan industri pengelasan menggunakan gas argon, yang sebenarnya gas argon sendiri berbahaya bagi kesehatan operator mesin las, namun dengan profesi dan skill pengelasan alumnunium argon ini upah yang ditawarkan sangatlah menjanjikan berbeda dengan profesi pengelasan lain.

Gas argon sendiri merupakan salah satu jenis gas mulia dengan lambang (Ar) yang sebenarnya gas tersebut memiliki fungsi pelindung / shielding gas , yang spesifikasinya bisa dikatakan mulia atau inert maka tidak bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya. Sehingga gas tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dan ideal saat berjalannya proses pengelasan. Pengaplikasian gas argon ialah pada Metel inert Gas (MIG) Juga Tungsten Inert Gas (TIG). Namun berbeda ketika kita dikalangan awam banyak yang menyebut teknik las yang menggunkan argon adalah hanya TIG.


Las alumunium argon yang kuat


Komponen Las Alumunium Argon 


A. Inert Gas Supply (IGS)

Pengertian inert gas supply yaitu tabung gas yang sudah terisi gas mulia (inert) yang digunakan untuk menyuplai kebutuhan gas pelindung kawat las . Tabung gas yang biasanya memiliki bermacam kapasitas diantaranya mulai dari 1 M3 sampai dengan 10 M3. Pada saat kita menemui keadaan kesulitan menemui gas mulia seperti argon bisa menggunakan alternatif menggunakan gas helium dan gas aktif karbon dioksida (CO2). Pada pengelasan GTAW selalu mempertimbangkan level kemurnian gas mulia yang dipakai . Untuk proyek standar yang dipakai adalah welding grade atau industrial grade dengan standar kemurian gas yang dikandung sudah cukup baik. Ada lagi tingkatan kemurnian gas yang dipakai dalam pengerjaan proyek tertentu misalkan menggunakan tingkat kemurnian high purity grade dan ultra-high purity dengan tingkatan 99,99%.

Baca juga : Teknik las over head yang aman

                    Teknik las listrik secara vertikal



B. POWER SOURCE

Power source ini memiliki fungsi atau tugas sebagai sumber terciptanya energi penyala busur listrik pengelasan, Sumber listrik yang kita miliki dari stopkontak akan dirubah di rangkaian transformer step up yang ada di power source menghasilkan tegangan dan arus yang lebih tinggi sehingga memiliki kemampuan untuk mengelas dengan baik. Tapi power source ini tidak bisa kita samakan hasil outputnya , karena setiap merk memiliki spesifikasi sendiri-sendiri terganting kebutuhan yang dikehendaki. Mesin las ini menghasilkan arus bolak-balik atau alternating current dan arus searah atau Dirrect current dan bisa juga menghasilkan kedua arus tersebut dengan cara menekan tombol yang ada di bagian mesin las tinggal arus mana yang akan kita pilih.
Pada proses pengelasan jenis GTAW biasanya dilengkapi dengan fungsi tambahan regulator gas shielding juga kontrol kendali pada pedal kaki.

C. WELDING TORCH

Welding torch merupakan alat yang dipakai atau dipegang oleh operator las saat pengerjaan berlangsung. Pada bagian torch ini ,bagian belakangnya terdapat beberapa mekanisme inlite ataupun outlet seperti electrode cable yang membawa arus listrik dari mesin las. Juga gas house yang bisa berfungsi sebagai selang gas pelindung,water inlite dan outlet dengan fungsi sebagai pensirkulasi air pendingin pada torch di water insulate torch.
Torch handle yang memiliki fungsi sebagai pegangan operator mesin las .Di bagian handle torch ini terdapat Cap yang berguna untuk mengatur panjang pendeknya ujung elektroda agar bisa tertutup dan tidak ter ekspose saat sudah teraliri arus listrik mengurangi resiko terjadinya hubungan arus pendek yang sangat membahayakan operator las. collet pada handle torch berfungsi sebagai penjepit elektroda sehingga kuat posisinya di handle dan tidak bergeser-geser saat dipergunakan.
Baca juga : Cara membuat mesin las dari trafo bekas

Terdapat juga gas orifice nut yaitu berfungsi untuk menyemprotkan gas pelindung ke area kawah las .Gas nozzel memiliki peranan yaitu sebagai pengarah semprotan gas supaya terkumpul pada titik las yang sangat memerlukan perlindungan gas.

Tungsten Elektrode dipergunakan untuk penyala busur . Elektroda terumpan jenis ini yang dipakai biasanya memiliki titik lebur lebih tinggi dibandingkan dengan matrial yang akan dilas.

D. FLOW METER DAN REGULATOR

Flowmeter dan regulator berfungsi sebagai pengatur laju aliran gas dari silinder tabung gas . Di flowmeter ini juga terdapat regulator pengatur tekanan gas pelindung. Regulator tersebut juga memiliki 2 indikator sendiri yaitu sebagai indikator tekanan dan indikator sisa gas . Pada jenis regulator khusus ada yang dilengkapi dengan pemanas yang fungsinya sebagai penghilang uap air yang tercipta saat proses reaksi terhadap ruang sekitar. Biasanya dipakai ketika menggunakan jenis regulator khusus gas CO2.
Las alumunium regulator


E. COOLING WATER / AIR PENDINGIN

Pengelasan GTAW biasanya dikerjakan secara industri dan terus menerus ,ini bisa menjadikan potensi terciptanya panas yang berlebihan di bagian torch maka fungsi cooling water sangat dibutuhkan. Panas busur listrik yang tercipta hingga mencapai titik 3000 derajat celcius dan apabila dibiarkan secara terus menerus tanpa perlindungan cooling water akan cepat rusak.
Ada 2 tipe torch dengan model self insulated atau air insulated yang berasal dari aliran udara gas pelindung dan dengan model lain water insulated yang memerlukan saluran selang insulasi masuk kepada torch handle dengan funsi selang sebagai pen sirkulasi air panas pada torch dan berganti baru sehingga pendinginan berlangsung baik.

F. PEDAL PENGONTROL PADA KAKI

Merupakan alat yang berfungsi sebagai pengontrol besar kecilnya arus yang akan dipakai saat proses pengerjaan las. Pada pengelasan GTAW memiliki peranan sebagai pembantu penyalaan busur listrik tanpa kontak antara elektroda terhadap logam yang akan dilas dengan meminimalkan terjadi potensi crater crack. Dan fungsi pedal yang lain adalah mengurangi terjadinya cacat burn trough dan lack of fussion.

Proses Pengelasan Alumunium Argon Yang Kuat


Karakteristik dari alumunium ini memang berbeda dengan logam baja, yang lebih reaktif saat terkena paparan panas las . Resistansi dari alumunium ini sendiri lebih tinggi sehingga panas yang dihasilkan lebih besar dari busur walaupun kita mempergunakan besaran arus yang sama saat pengerjaan logam baja atau besi. konduktivitas thermal alumunium lebih tinggi sehingga kerumitan pengerjaannya dapat dikategorigan unik.

Bahan alumunium memiliki kesulitan yaitu paparan panas menyebabkan deformasi dengan area terpengaruh panas yang luas dan permukaan alumuniun yang dilindungi oleh lapisan kimia dengan titik lebur lebih tinggi kira-kira 2000 derajat celcius dari bahan alumunium itu sendiri sekitar 650 derajat celcius. sehingga menciptakan kesulitan tersendiri yaitu pengelasan tidak bisa kita lakukan sebelum lapisan ini tembus terlebih dahulu.
Untuk menciptakan ulir cairan elektroda yang bagus alangkah baiknya sebelum kita las kedua sisi permukaan benda kerja kita gerinda secara miring terlebih dahulu sehingga ketika kedua lempeng benda kerja ditempelkan tercipta kampuh V yang bisa dipergunakan untuk wadah alur cairan lelehan elektroda
Las alumunium argon listrik yang mudah


Sebenarnya kesulitan di atas bisa diantisipasi dengan pemakaian argon GTAW. Panas yang dihasilkan dari argon tidak terlalu panas dibandingkan jenis GMAW ataupun SMAW sehingga mampu mengatasi panas saat pengelasan alumunium.
Masalah lain yang timbul adalah terciptanya film oksida pada permukaan logam di induk, yang bisa kita atasi dengan cara menyikat permukaan bidang benda kerja yang akan dilas sampai bersih.
Pada pengelasan GTAW sudah auto fitur cleaning action sehingga sedikit membantu kita membersihkan permukaan bidan yang sedang kita las.

Pengelasan GTAW kita menggunakan elektroda yang bisa dikatakan jenis lebih baik yaitu EWP dengan kisaran harga yang terjangkau. Hasil pengelasannya pun cukup bagus dan efisien.
Seperti biasa pemilihan diameter elektroda kita bisa sesuaikan dengan ketebalan benda kerja yang kita las, semakin tebal benda kerja semakin tebal pula kita memilih diameter elektroda.

Baca juga : Teknik las besi pipa agar tidak bocor

Menentukan ujung dari elektroa ternyata sangat berpengarung terhadap hasil pengelasan alumunium listrik. Pada pengalaman saya menggunaka ujung elektroda yang lebih runcing bisa membuat fungsi self cleaning action yang lebih lebar. Namun apabilakita menggunakan teknik elektroda jenis EWP dengan arus listrik yang relatif lebih tinggi maka tidak disarankan dengan memilih metode menggunakan elektroda runcing karena berpotensi terjadi tungsten inclusion, dan cara mengatasinya yaitu menggunakan elektroda dengan ujung bundar dan berikan tekanan saat menempelkan ujung elektroda pada logam benda kerja sehingga membentuk bundaran bola.

Baca juga : Beberapa teknik yang sangat berguna bagi kegiatan sehari-hari

Proses Las listrik alumunium tiap individu operator las sudah memiliki pengalaman dan mengerti cara antisipasi menghadapi permasalahan yang akan di timbulkan. Maka setidaknya kita berhati-hati dan tidak tergesa-gesa saat proses pengelasan dan menunggu ketika lelehan logam induk sudah terlihat karena membutuhkan beberapa waktu untuk menembus lapisan alumunium oksida pada permukaan.

Post terbaru

Contoh Tanaman Hidroponik Yang Cepat Panen