Belajar Las Listrik Sesuai Jenis Mesin

Belajar Las Listrik - Teknik las sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari dan banyak fungsinya,pada masa sekolah pelajaran las ini di ajarkan pada murid smk jurusan Pemesinan.Banyak profesi diluar sana yang kekurangan tenaga ahli tentang pengelasan misalnya pada konstruksi ,otomotif bahkan kerajinan tangan.Menurut komisi yang diperoleh tukang las tidak kalah dengan profesi yang lain,apa lagi apabila sudah memiliki sertifikat khusus keahlian mengelas.Di Indonesia yang populer pengerjaan penyambungan logam atau pengelasan menggunakan jenis mesin las busur.

Las busur listrik pada umumnya disebut Las listrik yang pengertianya yaitu cara penyambungan logam dengan cara menggunakan nyala busur listrik yang kita arahkan ke permukaan logam benda kerja yang akan disambung.Pada bagian yang terkena ujung busur akan mencair,demikan juga dengan elektroda yang menghasilkan busur listrik mencair pada ujungnya dan merambat terus sampai elektroda habis.Logam cair dari elektroda dan logam benda kerja yang akan disambung tercampur dan mengisi celah dari kedua logam yang akan disambung,dengan tempo beberapa saat cairan campuran logam tersebut akan membeku sehingga tersambunglah benda kerja.

Pada mesin las jenis busur listrik dapat mengalirkan arus listrik yang cukup besar tetapi dalam posisi tegangan yang aman kurang dari 45 volt.Busur listrik yang terjadi menimbulkan energi panas yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan logam yang terkena ujung busur.Pada jenis pengelasan busur listrik ini arus listrik bisa kia atur menyesuaikan jenis elektroda yang akan kita pakai.Sambungan terjadi oleh panas yang ditimbulkan oleh busur listrik yang terjadi antara benda kerja dan elektroda.Elektroda yang memanas dan mencairkan benda kerja mengisi alur sambungan dan di endapkan sehingga terjadi sambungan las.Mula-mula terjadi kontak antara elektroda dengan benda kerja sehingga terjadi aliran arus ,kemudian dengan memisahkan penghantar timbullah busur.Energi yang tercipta dari pengubahan energi listrik menjadi panas yaitu suhunya mencapai 5500 derajat celcius.

Jenis Elektroda Logam


Penggunaan elektroda semestinya kita selektif sesuai dengan penggunaan dan benda kerja yang dilakukan pengelasan supaya kualias penyambungan dan kekuatannya bisa maksimal,jenis-jenis elektoda tersebut diantaranya :

- Elektroda Polos,elektroda ini terbatas penggunaanya antara lain untuk besi tempa dan baja lunak.Biasanya digunakan pada polaritas langsung .Mutu pengelasan dapat ditingkatkan dengan cara memberikan lapisan fluks yang tipis pada kawat las.

- Elektoda Fluks,Fluks ini memiliki fungsi yaitu membantu melarutkan dan pencegahan terbentuknya oksida-oksida yang tidak diinginkan.

- Elektroda berlapis tebal,Elektroda berlapis merupakan elektroda yang paling populer digunakan dan berbagai pengelasan komersil karena sifat kualitas yang bagus.

Belajar Jenis Mesin Las Busur Listrik

Pada penggolongannya las busur listrik bisa dikategorikan dari arus yang keluar dari ujung elektroda,misalnya arus bolak-balik,arus searah dan arus ganda.

Jenis Mesin Las Arus Ganda (Mesin AC-DC)

Mesin las ini mampu melayani pengelasan dengan arus searah (DC) dan pengelasan arus bolak-balik (AC).Mesin las ganda ini memiliki transformator satu fasa dan sebuah alat perata dalam satu unit mesin saja.Keluaran arus bolak-balik diambil dari terminal lilitan sekunder transformator melalui regulator arus.Adapun  arus searahnya diambil keluaran alat perata arus. Pengaturan pengeluaran arus bolak-balik maupun searah dapat diatur dengan mudah dengan memutar alat pengatur arus pada bagian mesin las.Mesin AC_DC ini lebih praktis dan fleksibel dalam penggunaan sehari-hari  karena sudah memiliki kemampuan yang dimiliki jenis AC maupun jenis DC.Biasanya jenis ini digunakan  pada bengkel yang memiliki job pengelasan yang bermacam-macam ,sehingga meringkas dan tidak perlu melakukan penggantian mesin berulang-ulang.

Jenis Mesin Las Arus AC atau Bolak-balik

Pada mesin jenis ini memerlukan arus bolak-balik (AC) yang dihasilkan oleh pembangkit listrik. Listrik PLN dan generator jenis AC dapat digunakan sebagai sumber tenaga mesin dalam pengerjaan pengelasan.Besaran tegangan yang dihasilkan pada sumber listrik belum sesuai dengan tegangan yang digunakan untuk pengelasan.Biasa nya tegangan bisa terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.Perlu untuk kita sesuaikan dengan kebutuhan mesin las tersebut,sehingga kita memerlukan alat tambahan lagi yaitu transformator atau biasa disebut trafo.Trafo yang sering digunakan dalam proses pengelasan yaitu trafo step-down.Trafo step-down yaitu trafo yang berfungsi untuk menurunkan tegangan.tegangan yang dihasilkan oleh PLN dan generator biasanya sangat besar dan tidak sesuai kebutuhan yang di butuhakan oleh mesin las yaitu sebesar 55 sampai dengan 85 volt.Trafo yang digunakan dalam mesin las mempunyai daya yang besar.Untuk melakukan proses pencairan logam dan elektroda dibutuhkan energi yang cukup besar ,karena tegangan pada bagian peralatan las sebesar 10 sampai dengan 500 ampere.Besarnya arus yang kita kehendaki dapat kita atur sesuai dengan kebutuhan.

Jenis Mesin Las Arus Searah ( DC )

Mesin las ini memerlukan sumber listri ber arus searah (dc) biasanya menggunakan dinamo motor listrik searah.Dinamo dapat digerakkan oleh motor listrik,motor bensin, motor diesel. atau alat penggerak lainnya.Mesin arus searah mulanya memerlukan peralatan yang berfungsi sebagai penyearah arus atau rectifier.Rectifier ini memiliki fungsi mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah,perubahan arus pada proses ini memiliki beberapa keuntungan,diataranya yaitu:
1. Nyala busur yang dihasilkan lebih sabil
2. Tingkat kebisingan lebih rendah
3. Setiap jenis elektroda dapat digunakan menggunakan mesin las arus searah (DC) ini.
4. Mesin las Lebih fleksibel karena dapat diubah ke arus bolak-balik ataupun searah.

Mesin las searah (DC) ini serndiri mempunyai dua jenis yaitu stasioner,dan mesin las portable.Pada mesin las portable memiliki bentuk relatif kecil dan bisa digunakan untuk pengelasan pada tempat-tempat yang tidak terjangkau sumber listrik.Mesin las stasioner biasanya digunakan pada tempat atau bengkel yang sudah tersedia jaringan listrik permanen,misalnya PLN. Penggunaan mesin las dianjurkan harus sesuai sop yang tertera pada mesin yang sudah ditetapkan oleh pabrikan pembuatan mesin las,apabila tidak sesuai sop biasanya ada gangguan atau kerusakan pada mesin sering juga busaur las yang dihasilkan sangat lemah dan kecil.

Belajar Menentukan Besarnya Arus Las Listrik Yang Akan Digunakan


Pada proses pengelasan benda kerja haruslah kita atur besar kecilnya rus dan tegangannya sesuai kebutuhan yang kita inginkan.Pada pengaturan tegangan tidak aturan secara pasti,yang terpenting pergunakan tegangan yang aman bagi tubuh manusia sehingga keselamatan pekerja pengelasan dapat terjaga,jangan sampai lali kita memberikan tegangan yang tinggi sehingga tubuh operator mesin dapat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.
Tegangan yang dipergunakan biasanya sebesar 55 volt sampai 85 volt.Tegangan ini disebut tegangan pembakaran.Bila nyala busur permulaan sudah tercipta biasanya tegangan yang timbul sekitar 20 volt.Besar kecilnya tegangan kerja biasanya dipengaruhi oleh besar kecilnya diameter elektroda.Semakin besar diameter maka semakin besar arus yang terjadi.Dengan ini proses pengelasan pada umumnya yang diatur adalah bukan tegangannya namun pengaturan besar kecilnya rus yang akan digunakan.Cara mengaturnyapun mudan ,kita putar tombol yang menempel pada mesin las kearah ampere tinggi atau tendah sesuai petunjuk yang tertulis di mesin biasanya minimun 100 ampere dan maksimumnya 600 ampere.Besar kecilnya penyetelan arus dipengaruhi beberapa faktor diantaranya adalah diameter lelektroda,tebal tipis nya benda kerja serta polarias pada kutub-kutub nya juga posisi pengelasan.Efek yang ditimbulkan pengelasan menggunakan arus listrik yang kecil:
- Pinggiran-pinggiran dingin
- Penembusan kurang baik
- Terjadi penumpukan yang banyak logam las karena panas yang ditimbulkan tidak mampu melebihkan elektroda dan bahan bakar dengan baik
- Penyalaan busur listrik yang terjadi tidak stabil dan sangat susah.


gambar belajar las listrik

Baca Juga : Cara Mengelas Listrik Vertikal

Apabila ingin menghasilkan rigi-rigi yag bagus rata dan halus maka,kecepatan tangan menarik atau mendorong elektroda harus stabil,Apabila pergerakan elektroda stabil  menghasilkan daerah pepaduan dengan bahan dasar dan perembesan luasnya baik.Efek pergerakan elektroda yang terlalu cepat menghasilkan perembesan las yang dangkal karena pemanasan bahan bakar yang dasar,serta apabila pergerakan elektroda yang terlalu lambat mengakibatkan alur yang lebar dan dapat menimbulkan kerusakan pada sisi pengelasan terutama pada benda kerja berpermukaan tipis.

Apabila benda kerja yang akan anda kerjakan berupa benda kerja dari besi cor atau tuang saya sarankan pergunakan elektroda baja,elektroda nikel,elektroda perunggu, dan elektroda besi tuang.

Hal tersebut diatas adalah sedikit gambaran tentang teknik belajar las listrik,banyak hal lain lagi yang perlu dipelajari untuk menunjang  kemampuan pengelasan yang lebih baik dan profesional,misalanya pengelasan karbit,asetilin las stenless,argon,alumunium dan berbagai komponen lain supaya kemampuan kita terasah.




Post terbaru

Media Tanam Aquaponik Kelebiahan dan Kekurangannya