Cara merawat anak kucing tanpa induk yang benar

Tips cara merawat anak kucing tanpa induk atau terlantar, Se Ekor anak kucing mungkin memerlukan perawatan khusus karena induknya meninggal, sakit, menolak atau menterlantarkan anak kucing tersebut. Dalam kasus kucing liar, biasanya banyak orang yang mengambil anakannya untuk dipelihara dan dijinakkan. Anak-anak kucing dengan kondisi yang masih ada indukannya, sebenarnya tidak boleh dipisahkan dengan induknya selama usianya belum mencapai 5 atau 6 minggu.

Karena anak kucing masih membutuhkan perawatan dan susu dari induknya. Seperti pada manusia, nutrisi terbaik dari anak kucing adalah dari susu induknya. Daya tahan tubuh kucing apabila mendapat perawatan dari induknya secara langsung akan terbentuk sangat baik. Daya tahan tubuh yang riskan untuk anak kucing dengan kondisi piatu adalah sampai anak kucing berumur 6 minggu. Sehingga apabila anak kucing tersebut tidak mendapatkan perawatan bantuan dari kita akan mudah terserang berbagai penyakit dan rawan mati.

Cara merawat anak kucing tanpa induk


Tips dan cara merawat apabila menemukan anak kucing baru lahir tanpa induk

Penanganan yang tepat ketika kita merasa kasihan melihat anak kucing dengan kondisi umur yang masih kecil di terlantarkan atau terlantar karena alasan lain, Yaitu kita lakukan beberapa hal yang terfokus pada keselamatan terhadap anak kucing tersebut, diantaranya :

- Mencarikan ibu asuh untuk anak kucing tersebut

Mencarikan ibu asuh anak kucing, misalnya peternak, pecinta kucing, dan dokter asuh. Atau mungkin tempat penampungan hewan yang mungkin tahu dan memiliki kemampuan untuk merawat anak kucing tersebut. Jika anda terpaksa merawat dan memberikan makanan terhadap kucing tersebut, tentunya harus mencurahkan waktu dan perhatian kita secara penuh. Kita harus menyuapi, membersihkan dan menjaganya sebelum kucing tersebut layak untuk kita sapih selama ber minggu-minggu, itupun kalau anak kucing tersebut masih memilliki kemampuan dan daya tahan tubuh yang kuat untuk bertahan hidup. Usia yang semakin muda anak kucing yang kita rawat kondisinya akan semakin rapuh untuk bertahan hidup.
Baca juga : Ciri-ciri anak kucing persia himalaya

- Lindungi Anak kucing dari suhu dingin

Tempatkan anak kucing pada lokasi yang kita rasa hangat. Sebagian energi yang dimiliki anak kucing dipergunakan untuk pertumbuhan dan berteriak-teriak untuk memanggil kita dalam meminta makanan, sehingga tidak ada energi ynag tersisa untuk menghangatkan badan si anak kucing. Normalnya secara alami induk kucing dengan anak-anak kucing yang lain saling bekerja sama untuk menghangatkan badan-badan mereka dengan cara berpelukan. Tapi kalau anak kucing tersebut dalam kondisi piatu, kita bisa memberikan penyedeiaan tempat yang hangat bisa menggunakan incubator atau pemberian kain selimut yang kering.

Selama pada minggu pertama suhu ruangan yang baik untuk pertahanan hidup anak kucing antara 30 sampai 33 derajat celcius. Dan pada usia menginjak dua minggu berikutnya suhu terbaik yang kita gunakan antara 27 derajat celcius. Ketika usia mereka sudah mencapai 5 mingguan dapat bertahan pada suhu dibawah tersebut.

- Bawalah anak kucing ke dokter hewan

Dokter hewan akan memeriksa kondis anak kucing secara umum dan kemungkinan menderita dehidrasi. Dehidrasi ini bisa berujung pada kematian si anak kucing. Selagi kita membawa anak kucing ke dokter hewan, kita juga bisa memeriksa kandangnya apakah terdapat cacing atau hewan parasit. Apabila ada bisa kita konsultasikan dan pastinya dokter hewan akan memberikan saran terbaik tentang saran membesarkan anak kucing dan hal-hal apa saja yang kita perlukan.

- Pemberian Susu

Pemberian susu bisa kita lakukan dengan alat buatan seperti dot atau botol yang biasanya terjual di tempat praktek dokter hewan. Pemberian susunya harus dilakukan berhati-hati agar tidak masuk ke lubang hidung ataupun kuping kucing. Kesalahan cara pemberian susu ini bisa berakibat fatal apabila anak kucing merasa trauma dan ketakutan sehingga tidak mau kita beri susu dan berujung kekurangan nutrisi dan dehidrasi.

- Membersihkan anak kucing

Cara membersihkan bulu anak kucing bisa kita lakukan dengan cara membasuhnya dengan handuk yang sudah dibasahi air hangat. Hal ini juga berguna untuk mengajarkan anak kucing membiasakan diri membersihkan bulu mereka sendiri serta merasa nyaman saat kita berikan perhatian. dengan perhatian ini akan membuat anak kucing merasa nyaman dan jinak saat nanti sudah berumur dewasa.

Jika anak kucing terserang penyakit diare dan sering berbaring pada tempat tidurnya, ini bisa jadi disebabkan secara naluri usia anak kucing yang masih kecil ini selalu menghisap puting induknya, padahal ia sedang dengan kondisi piatu. Dengan itu anak kucing biasanya mengisap kaki, ekor atau benda disekitarnya yang masih dalam kondisi kotor, sehingga anak kucing terserang penyakit diare. Kita bisa mencegahnya dengan rajin membersihkan bulu dan tempat kandangnya.

Baca juga : Cara mengobati kucing yang sedang sakit mencret


- Pembersihan kutu kucing

kucing yang terlantar perlu dibasmi kutu yang menempeli tubuhnya sesegera mungkin. Kutu kucing dapat menghalangi kita dalam perawatan anak kucing, karena kutu kucing sering membawa berbagai penyakit seperti telur cacing. Kita bisa semprot dengan cairan pembasmi kutu cacing dengan penggunaan yang sesuai aturan. Setelah kutu berhasil kita bunuh, maka lanjutkan dengan cara memandikannya dengan sabun ringan atau sabun oprasi agar tidak ada infeksi akibat bekas luka gigitan kutu. Segera keringkan saat proses memandikannya selesai agar anak kucing tidak kedinginan.

- Proses Penyapihan anak kucing

Apabila dimungkinkan pada usia anak kucing menginjak 4 minggu, bisa kita lakukan penyapihan dengan cara pemberian susu yang tadinya kita sapih berlanjut dengan cara kita taruh pada mangkuk. Secara bertahap dan konsisten berikan anak kucing  makanan jenis padat, pemberian makanan khusus bayi kucing biasanya dapat berjalan dengan lancar. Anda juga bisa membasahi makanan biskuit kucing dengan susu ataupun oily. Dan sebagai catatan, anak kucing tidak mungkin bisa kita sapih dalam tempo satu malam saja. Kita harus sabar dalam melatih pemberian makanan kering dan secara konsisten.
Baca juga : Takaran makanan untuk anak kucing yang ideal 

Cara merawat anak kucing tanpa induk agar tidak mati


- Melatih pembuangan kotoran

Pada usia anak kucing 4 minggu adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan dengan kotak kotoran pada anak kucing. Letakkan kucing tersebut pada kotak kotoran setelah kucing selesai makan. Kadang kala kita harus melatih anak kucing dengan cara memegang kaki anak kucing dan mengajarinya menggaruk pasir untuk menutupi kotorannya sendiri.

- Belaian kasih sayang dan perhatian

Belailah anak kucing secara rutin dan biarkan anak kucing menulusup ke tubuh anda untuk mencari kehangatan. Banyak ahli yang mengatakan bahwa, kucing yang dirawat dengan penuh perhatian akan cenderung lebih pandai , setia dan memiliki kasih sayang yang lebih terhadap pemiliknya.


Di atas adalah beberapa tips untuk penangan cara merawat anak kucing tanpa induk agar bisa bertahan hidup dan bisa jinak dan setia terhadap anda.