Cara Mengatur pH Air Hidroponik dan Nutrisinya

PH dan Nutrisi hidroponik - Mengatur intalasi dalam bercocok tanama secara hidroponik memang harus dilakukan dengan detail dan tidak bisa menganggap remeh masalah peredaran  air dan nutisi pada instalasi yang kita buat. Termasuk juga kita harus memperhatikan PH kandungan air yang akan kita gunakan, karena sangat berpengaruh dengan kesebururan dari tanaman yang kita tanam.

Tips Mengatur PH Air Tanaman Hidroponik

 Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang pH air yang digunakan untuk hidroponik. Ketika saat kita akan melarutkan nutrisi hidroponik yang sangat dibutuhkan tanaman, ada satu point yang  perlu kita perhatikan, yaitu pH dari kandungan air yang akan kita pakai sebelum nutrisi hidroponik dicampur. 

Nah, bagi kita yang masih awam pasti menayakan apa itu pH? 

PH adalah derajat keasaman air. Kenapa tingkat keasaman air itu penting? Karena nutrisi hidroponik baru bisa diserap sempurna oleh tanaman jika tingkat keasaman air berada di antara 5.5 sampai 6.5. 

Jika pH berada di bawah 5.5 maka komponen nutrisi seperti Fosfor, Kalium, Sulfur, Kalsium, dan Magnesium tidak dapat terserap dengan baik oleh tanaman. Dan Sebaliknya, jika pH air di atas 6.5, maka nutrisi seperti Kalsium, Nitrogen, Magnesium, dan zat besi juga tidak akan dapat terserap dengan baik oleh tanaman. Jika hal terus terjadi, maka efeknya pertumbuhan tanaman hidroponik kita menjadi terganggu.

 Bagaimana cara kita tahu tingkat keasaman air atau pH yang akan kita gunakan dalam sistem hidroponik?


 Kita akan menggunakan sebuah alat, dan alat ini terjual bebas di online shop dengan harga yang berfariasi. Dibawah ini adalah gambar alat pH meter. 


Cara Mengatur pH Air Hidroponik dan Nutrisinya.
PH meter


Kita akan menggunakan alat tersebut untuk mengukur pH air yang akan kita pakai. Caranya cukup kita celupkan ujung pH meter ini kedalam air yang sudah kita persiapkan sebelumnya dan kita bisa lihat hasilnya dalam digital alat tersebut.

Baca juga : 

Sistem Hidroponik NFT

Sistem Hidroponik DFT

di atas adalah contoh air basa yang akan kita ukur berapa pHnya. Selanjutnya PH meter kita ON-kan dulu. Selanjutnya Kita ukur, Cara pemakaian alat ini kita diamkan dulu karena angka digitalnnya bergerak terus belum bisa kita jadikan acuan. Kita harus bersabar sementara waktu karena biasanya hasil dari alat ini tidak bisa langsung menunjukkan hasil kadar ph nya dan Belum stabil, jadi akan kita diamkan dulu sekitar 30 detik sampai Ph meneter menunjukkan parameter digital sampai mendekati kestabilan. 


Setelah kita lihat ph meter menunjukkan angka yang stabil, Sebagai contoh apabila pH-nya berada di sekitar angka 10. Kita akan melakukan tindakan lanjutan yaitu perlu menurunkan pH-nya menjadi 6.5.


Cara menaikkan atau menurunkan PH

Formula untuk Mengatur pH Air Hidroponik
PH UP & DOWN


 Kita akan menggunakan Formula "pH DOWN" untuk menurunkan pH air ini. Yak, sekarang pH air ini sudah sekitar 6 sampai 6.1, masuk ke dalam range yang dianjurkan yaitu 5.5 sampai 6.5. Jadi air ini sudah bisa dipakai untuk mengencerkan nutrisi hidroponik.

 Nah, demikian juga apabila kita menemui air yang kita akan gunakan ternyata memiliki kandungan PH yang terlalu rendah dibawah rekomendasi yang ada,  yang mana berada di luar range yang diharuskan. Ketika kita coba ukur kira-kira pH-nya berapa, misalnya tertera pH-nya sekitar 2.4.

 Ketika kita menemukan kandungan PH yang terlalu rendah seperti dia atas, maka perlu kita naikkan sampai range 5.5-6.5. Cara Kita menaikkan PH yang rendah yaitu juga menggunakan formula  "pH UP" ini sangat terbukti efektif dalam menaikkan pH suatu air.

Ketika kita coba tuangkan "pH UP" ke dalam bak air yang kita siapkan tadi. Kandungan dari keasaman air tidak akan berubah asal dengan catatan tidak tercampur dengan jenis air lain yang belum kita ukur. Jadi perlu diingat, kalau air nutrisi yang sudah kita ukur ph nya  tercampur misalnya dengan air hujan, maka pH hasil percampuran air tersebut pasti berubah. dan biasanya yang terjasdi PH nya akan turun karena air hujan bersifat asam. 

Baca juga ; Cara membuat sistem hidroponik sumbu (wick)

Dengan kejadian tersebut sangat sering terjadi karena meletakkan instalasi hidroponik di ruangan terbuka dan langsung terkena air hujan, kita perlu sering cek lagi apakah pH-nya masih berada di antara 5.5 sampai 6.5. Kalau tidak sesuai dengan rekomendasi kandungan PHnya, kita harus lakukan penyesuaian lagi dengan larutan "pH UP" dan "pH DOWN". 

Dari uraian artikel di atas memang salah satu tahapan dalam menciptakan tanaman hidroponik agar tumbuh subur sehingga kita memperoleh hasil panen yang maksimal. Sebenarnya masih banyak hal lagi yang juga penting diperhatikan dalam metode bercocok tanam hidroponik yang bisa menunjang keberhasilannya.